Reporter: Vivit Dewi | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penjualan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR015 tenor 2 tahun masih unggul dibandingkan tenor 4 tahun menjelang penutupan masa penawaran pada 22 Oktober 2026.
Berdasarkan data transaksi di mitra distribusi Bibit per 19 Oktober 2026 pukul 15.44 WIB, penjualan SBR015 tenor 2 tahun telah mencapai 84,5% dari kuota nasional. Sementara itu, penjualan SBR015 tenor 4 tahun baru mencapai 32,9%.
Head of PR & Corporate Communication Bibit.id William mengatakan, jumlah investor yang membeli SBR015 tenor 2 tahun jauh lebih banyak dibandingkan tenor 4 tahun.
Baca Juga: Emas Jadi Instrumen Paling Cuan Era Prabowo, IHSG Tertekan
"Saat ini yang beli T2 lebih banyak daripada T4, perbandingannya 5:1," ujar William kepada Kontan, Senin (19/10/2026).
William bilang, penjualan SBR015 melalui Bibit mengalami peningkatan. Kenaikan tersebut juga terjadi pada penjualan secara nasional, seiring investor yang mulai masuk menjelang akhir masa penawaran.
"Secara angka penjualan naik. Nasional juga naik. Investor-investor mulai masuk mendekati masa akhir penawaran," tuturnya.
Di sisi lain, tekanan di pasar saham turut menjadi sentimen yang perlu dicermati menjelang penutupan penawaran SBR015. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 3,64% atau turun 188,50 poin ke level 4.996,61 pada perdagangan Senin (19/10/2026).
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyebut, tekanan di pasar saham berpotensi mendorong investor mempertimbangkan instrumen investasi yang relatif lebih stabil. Namun, keputusan untuk mengalihkan dana dari saham tidak terjadi secara otomatis karena investor juga mempertimbangkan jangka waktu penempatan dana dan kebutuhan likuiditas.
Josua bilang, kecenderungan investor menghindari penempatan dana dalam jangka panjang dapat memperlebar perbedaan penyerapan kedua tenor apabila ketidakpastian pasar berlanjut.
"Perbedaan persentase penyerapan juga berpotensi semakin melebar apabila ketidakpastian pasar berlanjut dan investor semakin menghindari penguncian dana jangka panjang," ujar Josua.
SBR015 tenor 2 tahun menawarkan kupon minimal 6,75% per tahun, sedangkan tenor 4 tahun menawarkan kupon minimal 6,85% per tahun. Kedua seri memberikan pembayaran kupon setiap bulan dengan skema mengambang dan batas minimal.
Meski menawarkan kupon minimal lebih tinggi, tenor 4 tahun memiliki jangka waktu investasi yang lebih panjang. Selisih kupon sebesar 0,10 poin persentase per tahun tersebut perlu dipertimbangkan bersama kebutuhan likuiditas investor. Terlebih, SBR015 tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, sementara pencairan sebelum jatuh tempo hanya dapat dilakukan melalui fasilitas pelunasan sebagian sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan masa penawaran yang berakhir pada 22 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB, penjualan kedua tenor masih berpeluang bertambah dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Jelang Tutup Penawaran, Penjualan SBR015 Capai Rp 12,1 Triliun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














