kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Penyebaran virus corona ke berbagai negara membuat harga minyak terus tertekan


Kamis, 27 Februari 2020 / 16:49 WIB
Penyebaran virus corona ke berbagai negara membuat harga minyak terus tertekan
ILUSTRASI. Harga minyak Brent untuk pengiriman April 2020 di ICE Futures turun 0,92% ke level US$ 52,94 per barel.

Reporter: Muhammad Kusuma | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah dunia terus bergerak turun hingga ke level terendahnya dalam satu tahun terakhir pada perdagangan Kamis (27/2). Anjloknya harga minyak dunia masih dipicu kekhawatiran pasar terhadap permintaan minyak.

Melansir Bloomberg pukul 16.40 WIB, harga minyak Brent untuk pengiriman April 2020 di ICE Futures turun 0,92% ke level US$ 52,94 per barel. Sedangkan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret 2020 turun 0,96% menjadi US$ 48,26 per barel.

Analis Central Capital Futures Wahyu Tribowo Laksono menilai harga komoditas termasuk minyak dunia yang tertekan masih disebabkan oleh wabah virus corona yang semakin ganas menyebar ke berbagai negara. “Memang dampak panjang virus makin mendunia dan menekan finansial market dan komoditas terutama minyak,” kata Wahyu kepada Kontan.co.id, Kamis (27/2).

Baca Juga: Bursa Asia melanjutkan penurunannya karena kekhawatiran virus corona

Penyebaran virus corona memang sedikit melambat di China. Namun, penyebaran kasus virus corona di luar China berkembang cukup pesat. Jumlah pasien virus corona di Korea Selatan telah melonjak hingga lebih dari 1.200 kasus dari hanya 51 kasus pekan lalu. Di Italia, korban jiwa mencapai 11 orang dengan total jumlah kasus menyentuh 470.

Setali tiga uang, Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan hal serupa. Jika masalah virus corona tidak segera diatasi, harga minyak dunia dapat anjlok lebih dalam.

“China merupakan salah satu negara importir terbesar untuk minyak mentah. Di saat China mengalami permasalahan karena virus corona berimbas pada berkurangnya permintaan dan oversupply,” kata Ibrahim.

Baca Juga: Harga minyak turun ke level terendah lebih dari setahun karena virus corona

Ibrahim menambahkan, wabah virus corona yang juga mengancam negara-negara importir minyak seperti Jepang dan Korea Selatan di Asia semakin memperparah permintaan terhadap komoditas minyak.

Meski begitu, Ibrahim menilai penurunan harga minyak saat ini terbilang wajar. Menurut dia, dengan pertumbuhan ekonomi yang belum stabil, wajar harga minyak mentah lebih rendah.“Harga minyak masih berpotensi untuk tertekan,” pungkas Ibrahim.




TERBARU

Close [X]
×