kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Penyebab bisnis otomotif Astra International (ASII) tertekan sepanjang 2019


Kamis, 27 Februari 2020 / 19:33 WIB
ILUSTRASI. Logo PT Astra International Tbk ASII di puncak gedung Menara Astra, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Noverius Laoli

Selanjutnya, laba bersih dari divisi Agribisnis Grup anjlok 85% menjadi Rp 168 miliar. Selain itu, laba divisi properti grup juga melaporkan penurunan laba bersih 48% menjadi sebesar Rp 83 miliar. Sedangkan penjualan sepeda motor Astra Honda meningkat 3% menjadi 4,9 juta unit.

Sementara itu, bisnis tambang dan dan jasa keuangan menopang pendapatan ASII. Laba bersih dari bisnis jasa keuangan Grup meningkat 22% menjadi Rp 5,9 triliun, terutama disebabkan oleh portofolio pembiayaan yang lebih besar dan perbaikan kredit bermasalah.

Baca Juga: Aksi jual asing Rp 1,46 triliun, ini saham-saham yang banyak dilego asing

Kemudian, laba bersih dari bisnis penjualan alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi tumbuh 1% menjadi Rp 6,7 triliun, terutama dari kontribusi usaha tambang emas baru, hal ini membantu penurunan penjualan alat berat dan kerugian pada bisnis kontraktor umum. Laba bersih dari bisnis infrastruktur dan logistic juga mencatat laba bersih yang meningkat sebesar 49% menjadi Rp 292 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×