kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Penurunan kepemilikan asing di SBN didominasi sentimen eksternal


Rabu, 14 Agustus 2019 / 22:09 WIB
Penurunan kepemilikan asing di SBN didominasi sentimen eksternal
ILUSTRASI. Aktivitas di Mandiri Sekuritas Jakarta

Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Wahyu Rahmawati

Sedangkan dari sentimen domestik, pasar masih menanti data neraca perdagangan yang menurut survei diprediksi masih akan defisit. Ditambah lagi, kondisi cadangan devisa Tanah Air juga turut menjadi perhatian. Alhasil, pergerakan rupiah juga masih akan bergejolak dan sebagian investor asing melakukan profit taking.

"Tapi peluang untuk kepemilikan asing naik masih mungkin, apalagi dengan yield kita yang termasuk paling tinggi di dunia. Didukung juga dengan suku bunga The Fed dan BI yang bakal turun, sehingga cost of fund juga bisa ikut turun," ungkapnya.

Baca Juga: Begini proyeksi ekonom terhadap neraca dagang Juli 2019

Di jangka pendek, diperkirakan kepemilikan asing di SBN bisa balik di kisaran Rp 1.015 triliun, seiring meredanya perang dagang AS. Baru-baru ini Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menunda penetapan kenaikan tarif impor kepada China yang semula rencananya bakal diimplementasikan September 2019.

Untuk itu, Ramdhan optimistis penurunan kepemilikan asing di SBN hanya bersifat sementara, karena bagaimanapun yield yang ditawarkan Tanah Air masih cukup tinggi, rating investment grade juga masih positif, anda pasar SUN Tanah Air juga masuk dalam kategori big hit.

Baca Juga: Lelang SUN lesu, pemerintah hanya menyerap Rp 15 triliun

Perkiraannya, hingga akhir tahun yield akan berada di kisaran 7% hingga 7,1% untuk SUN 10 tahun, mendekati US Treasury. Dengan syarat, tren suku bunga acuan masih akan turun dan bank sentral global masih menunjukkan tren dovish. Dari domestik, kondisi makro Tanah Air dan inflasi yang stabil, serta angka pertumbuhan ekonomi yang masih di kisaran 5% masih menjadi daya tarik bagi asing untuk masuk.

Meskipun peluang kepemilikan asing di SBN masih terbuka ke level Rp 1.050 triliun, namun masih dianggap sulit. Mengingat, sentimen global berada di luar kontrol dan suatu waktu bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pasar.

Ramdhan menilai, porsi ideal kepemilikan asing saat ini cukup 40%. Di sisi lain, pemerintah harus mendorong kepemilikan domestik dan menjadikan momentum turunnya kepemilikan asing di SBN sebagai momentum bagi investor asing untuk masuk.

Baca Juga: Persepsi risiko investasi Indonesia naik dalam jangka pendek

Di sisi lain, kemungkinan bagi kepemilikan asing di SBN turun di bawah Rp 1.000 triliun juga memungkinkan terjadi tahun ini. Hanya saja, Ramdhan meyakini penurunannya tidak akan terlalu dalam dan masih mendekati RP 1.000 dan itu merupakan hal yang wajar, terlebih jika perang dagang kembali memanas dan suku bunga acuan batal dipangkas.




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×