kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.026,34   9,98   0.98%
  • EMAS975.000 -0,51%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Pentingnya bagi orang tua mengajari manajemen keuangan ke anak sejak dini


Senin, 23 November 2020 / 17:50 WIB
Pentingnya bagi orang tua mengajari manajemen keuangan ke anak sejak dini
ILUSTRASI. Dari survei, 95% orang tua setuju bahwa penting untuk mengajari anak-anak cara menggunakan dan mengelola uang.


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Eastspring Investment baru saja menggelar riset mengenai bagaimana orang tua mendidik anak mereka tentang tanggung jawab finansial. Pada riset tersebut, Eastspring menyurvei 10.000 orang tua di sembilan pasar Asia.

Melalui survei tersebut, para responden memberikan pandangan yang komprehensif tentang persepsi, kebiasaan dan pengetahuan di antara orang tua Asia tentang pendidikan keuangan, bagaimana sikap dan keyakinan tentang keuangan ini diturunkan kepada anak-anak mereka. Ternyata, studi tersebut mengungkapkan 51% dari responden mengatakan bahwa mereka tidak tahu apakah mereka telah menjadi guru dan teladan yang sukses bagi keturunan mereka.

Pada saat yang sama, 95% orang tua yang disurvei setuju bahwa penting untuk mengajari anak-anak mereka tentang cara menggunakan dan mengelola uang. Memang, hampir setengah (43%) orang tua yang disurvei ingin meningkatkan pengetahuan keuangan mereka sendiri untuk menjadi panutan dan guru yang lebih baik.

Banyak yang tertarik pada alat pembantu dalam mengajari anak-anak untuk menggunakan dan mengelola uang dengan lebih baik, termasuk aplikasi seluler, program TV, situs web, dan lokakarya yang dapat mereka hadiri bersama anak mereka.

Baca Juga: Kurangi tekanan pandemi, bank-bank gencar melakukan efisiensi

Dari penelitian tersebut, Eastspring mengembangkan Indeks Keyakinan Money Parenting, menunjukkan indeks kepercayaan rata-rata 0,65 di antara sembilan pasar Asia yang disurvei. Indeks tersebut berkisar dari 0,01 hingga 1,00 dengan skor 1,00 yang menunjukkan bahwa orang tua sangat percaya diri dalam mengajar anak mereka mengenai hal uang.

Orang tua di Indonesia (0,73) dan Thailand (0,71) ternyata memiliki keyakinan tinggi tentang keberhasilan upaya Money Parenting mereka, sedangkan orang tua di Jepang (0,5) dan Korea Selatan (0,59) mencatat tingkat kepercayaan paling rendah.

Presiden Direktur Grup Eastspring Investments Seck Wai-Kwong mengatakan, Eastspring saat ini menjadikan inklusi dan literasi keuangan sebagai topik utama bagi perusahaan. Dia meyakinkan bahwa Eastspring bersemangat untuk mendidik generasi berikutnya sehingga anak-anak dapat memahami nilai uang dan mampu membuat keputusan finansial yang terinformasi untuk melindungi masa depan mereka.

“Kami menyadari tanggung jawab yang kami miliki kepada masyarakat dan diinvestasikan dengan teguh untuk masa depan klien kami dan komunitas tempat di mana kami beroperasi. Kami memainkan peran penting dalam membantu orang tua menjadi teladan yang lebih baik dengan memberdayakan mereka dengan pengetahuan, keterampilan dan alat untuk memberikan bimbingan dan bantuan keuangan terbaik kepada anak - anak mereka dan untuk generasi yang akan datang,” kata Wai Kwong secara daring pada hari ini, Senin (23/11).

Baca Juga: Ramai soal pembobolan dana nasabah, warganet keluhkan manajemen risiko perbankan

Dari survei tersebut, ditemukan juga bahwa 37% dari responden meyakini bahwa anak-anak memang sebaiknya sudah belajar mengenai penggunaan uang ketika mereka masih di bawah enam tahun. Dr. Mansur Khamitov, seorang professor of Marketing and Consumer Behaviour Nanyang Business School mengatakan, salah satu yang menghambat orang tua mengajarkan soal manajemen keuangan ke anaknya adalah anggapan bahwa masalah keuangan adalah urusan orang tua, dan anak tidak perlu tahu-menahu

“Oleh sebab itu, kunci memperbaiki keadaan tersebut adalah dengan menormalisasi pembicaraan soal keuangan bersama anak. Sebaiknya, memang dilakukan sejak sedini mungkin agar anak pun menjadi lebih terbiasa,” ujar Mansur dalam kesempatan yang sama.

Menurut Mansur, untuk mengenalkan dunia keuangan kepada anak, bisa dimulai dengan sebuah konsep permainan dan melibatkan anak terlibat langsung. Kuncinya adalah interaktif dan membuat sang anak terbiasa belajar sembari mempraktikkan langsung. Permasalahan saat ini adalah, para orang tua justru tidak pernah melibatkan sang anak.

Roshni Mahtani, Chief Executive Officer theAsianparent, juga sepakat dengan hal tersebut. Baginya, anak-anak memang sebaiknya dibiasakan untuk berlatih memegang uang dan mengenalnya sendiri. Di satu sisi para orang tua juga harus terbuka dan sering membicarakan masalah keuangan di depan anaknya.

Baca Juga: Investasi Deposito sebagai Kebiasaan Baru pada Era Normal Baru

“Contohnya, ketika anak mendapatkan THR, para orang tua bisa menjelaskan uang ini berasal dari mana, bisa digunakan untuk apa, cara menggunakannya bagaimana. Penerapannya bisa berupa, uang 10.000 bisa digunakan beli satu es krim tapi langsung habis, atau beli permen 5.000 saja sehingga di kemudian hari si anak bisa beli permen lagi,” jelas Roshni.

Dengan demikian, menurutnya anak akan paham seperti apa uang bekerja, belajar menentukan pilihan secara langsung. Pada akhirnya, bagi Roshni learning by doing merupakan kunci utama untuk mengenalkan pengelolaan uang kepada anak. Konsepnya pun diajarkan secara bertahap, dari yang merupakan konsep dasar, hingga manajemen yang lebih rumit.

Mansur menambahkan, lewat edukasi online yang bisa dijadikan rujukan orang tua, bertukar pandangan dengan orang tua lain, hingga keberadaan komunitas seperti theAsianparent ke depannya bisa membantu dan memudahkan orang tua mengajari anak-anak mereka tentang cara menggunakan dan mengelola uang.

Baca Juga: Sukuk ritel menjadi pilihan investasi syariah aman nan menguntungkan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Digital Marketing in New Normal Era Data Analysis with Excel Pivot Table

[X]
×