Reporter: Rashif Usman | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sepanjang tahun 2025.
Mengacu pada laporan keuangan yang dirilis melalui keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), produsen susu Ultra Milk tersebut membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,35 triliun pada 2025. Nilai ini meningkat 19% dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang sebesar Rp1,13 triliun.
Namun dari sisi top line, penjualan ULTJ sepanjang 2025 tercatat Rp8,76 triliun, turun 1,2% dibandingkan realisasi penjualan pada 2024 yang mencapai Rp8,87 triliun.
Corporate Secretary ULTJ, Helina Widayani, mengatakan penjualan pada tahun 2025 terutama dipengaruhi oleh kondisi pasar yang cukup menantang pada semester pertama yang terjadi secara umum di industri secara nasional.
Baca Juga: Saham Big Banks Bergerak Variatif Kamis (12/3), BMRI Pimpin Penguatan
Namun demikian, ULTJ berupaya mengejar ketertinggalan pada semester kedua sehingga pendapatan secara keseluruhan relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya.
“Di saat yang sama, perseroan juga melakukan berbagai langkah efisiensi operasional dan pengelolaan biaya yang lebih optimal sehingga margin profitabilitas dapat meningkat,” kata Helina kepada Kontan, Kamis (12/3/2026).
Helina juga melihat prospek kinerja pada tahun 2026 tetap positif seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap produk susu. Tren ini antara lain didukung oleh berbagai program peningkatan konsumsi gizi, termasuk program MBG yang turut mendorong konsumsi susu di masyarakat.
Sayangnya, Helina tak mengungkapkan target pendapatan dan laba yang diincar perusahaan tahun ini. Yang jelas, perusahaan akan terus berupaya memenuhi kebutuhan pasar melalui peningkatan produktivitas, menjaga kualitas produk, serta memastikan kesiapan logistik dan distribusi agar ketersediaan produk di pasar tetap terjaga.
Di sisi lain, ULTJ juga terus mencermati perkembangan geopolitik global dan kondisi ekonomi nasional, serta menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi dampaknya terhadap operasional maupun pasar. Dengan langkah tersebut, perseroan menargetkan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan baik dari sisi penjualan maupun profitabilitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













