kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.992.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.008   36,00   0,21%
  • IDX 7.022   -114,92   -1,61%
  • KOMPAS100 967   -21,57   -2,18%
  • LQ45 714   -14,61   -2,01%
  • ISSI 244   -4,92   -1,97%
  • IDX30 388   -4,33   -1,10%
  • IDXHIDIV20 485   -2,12   -0,43%
  • IDX80 109   -2,57   -2,31%
  • IDXV30 132   0,44   0,33%
  • IDXQ30 126   -0,69   -0,54%

Penggalangan dana lewat penerbitan obligasi diproyeksi lebih tinggi dari tahun lalu


Senin, 06 Desember 2021 / 19:34 WIB
Penggalangan dana lewat penerbitan obligasi diproyeksi lebih tinggi dari tahun lalu
ILUSTRASI. Obligasi. 


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penggalangan dana di pasar modal melalui pencatatan obligasi belum melebihi jumlah penggalan dana di tahun lalu. Namun, analis optimistis dengan tren perbaikan ekonomi, pencatata obligasi korporasi di tahun ini akan melebihi jumlah penerbitan di tahun lalu. 

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah penggalan dana di pasar modal melalui pencatatan obligasi hingga 19 November, mencapai Rp 90,80 triliun. Jumlah tersebut belum melebihi jumlah penerbitan di akhir tahun lalu yang sebesar RP 92,36 triliun. 

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan jumlah penerbitan obligasi korporasi di tahun lalu masih lebih tinggi dari tahun ini karena didukung banyaknya penerbitan di awal tahun sebelum pandemi Covid-19 melanda. 

Setelah itu, Ramdhan mengamati penerbitan obligasi menurun dan mayoritas ditujukan untuk refinancing. 

Namun, di sepanjang tahun ini, Ramdhan melihat penerbitan obligasi akan meningkat lebih tinggi. Ia pun optimistis di sisa tahun ini, penggalangan dana melalui penerbitan obligasi akan melewati jumlah di tahun lalu. 

"Tahun ini penerbitan obligasi korporasi akan lebih semarak dibanding tahun lalu," kata Ramdhan, Senin (6/12). 

Baca Juga: Dolar AS menguat terhadap mata uang dunia beberapa waktu terakhir, ini pemicunya

Sentimen yang mendukung penerbitan obligasi bisa lebih tinggi adalah likuiditas pasar yang juga masih tinggi. "Pelaku pasar menunggu penerbitan obliagsi korporasi di tengah pemerintah tidak lagi menerbitkan hingga akhir tahun ini," kata Ramdhan. 

Pelaku pasar juga tertarik dengan imbal hasil obligasi korporasi yang lebih tinggi dari obliagsi pemerintah. Tawaran kupon obligasi korporasi akan mengikuti tren yield obligasi pemerintah. 

Senin (6/12), yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun berada di 6,4%. Sementara, di periode yang sama tahun lalu, yield berada di 6,1%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×