kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.501.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.707   7,00   0,04%
  • IDX 8.647   2,68   0,03%
  • KOMPAS100 1.194   -2,61   -0,22%
  • LQ45 847   -5,47   -0,64%
  • ISSI 309   -0,04   -0,01%
  • IDX30 437   -2,15   -0,49%
  • IDXHIDIV20 510   -4,16   -0,81%
  • IDX80 133   -0,62   -0,47%
  • IDXV30 139   0,36   0,26%
  • IDXQ30 140   -0,77   -0,54%

Pengendali Black Diamond (COAL) Jual 70,07 Juta Saham, Apa Tujuannya?


Kamis, 01 Januari 2026 / 13:50 WIB
Pengendali Black Diamond (COAL) Jual 70,07 Juta Saham, Apa Tujuannya?
ILUSTRASI. PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) (Dok/COAL)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemegang saham pengendali dari PT Black Diamond Resources Tbk (COAL), Sujaka Lays mengumumkan perubahan kepemilikan saham di perusahaan.

Melansir keterbukaan informasi Rabu (31/12/2025) lalu, Sujaka tercatat mengurangi jumlah kepemilikan sahamnya di COAL sebanyak 70.073.800 atau 70,07 juta saham dengan harga transaksi sebesar Rp 91 per saham.

Lewat aksi divestasi tersebut, Sujaka mengantongi dana segar sebanyak Rp 6,37 miliar. Transaksi ini telah diselesaikan pada Selasa, 30 Desember 2025.

Baca Juga: Usai Libur Tahun Baru, Begini Proyeksi Rupiah Jumat (2/1)

"Jenis transaksi ini ialah penjualan, dengan tujuan transaksi adalah pertimbangan pribadi. Klasifikasi saham termasuk saham biasa dan status kepemilikan saham ialah langsung," kata manajemen COAL di keterangan resminya, Rabu (31/12/2025).

Tercatat, jumlah kepemilikan saham Sujaka sebelum transaksi mencapai 2,25 miliar unit atau setara 36,01% hak suara. Nah, setelah transaksi, porsi kepemilikan sahamnya berkurang menjadi 2,18 miliar atau setara 34,89% hak suara.

Dari sisi korporasi, COAL menargetkan peningkatan produksi batu bara hingga mencapai 1 juta ton per tahun. Melalui strategi tersebut, perusahaan berharap dapat mendorong pertumbuhan pendapatan secara berkelanjutan, seiring ekspektasi harga batu bara yang lebih stabil dengan tingkat volatilitas yang lebih terkendali, sehingga berdampak positif terhadap kinerja COAL ke depan.

Sepanjang tahun 2025, kinerja COAL terdampak oleh kondisi cuaca yang sangat ekstrem, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah. Curah hujan yang tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya menyebabkan realisasi produksi tidak mampu melampaui target yang telah ditetapkan perusahaan untuk tahun 2025.

"Memasuki tahun 2026, perusahaan menyatakan akan lebih siap dalam mengantisipasi tantangan tersebut. Dengan harapan kondisi cuaca yang lebih kondusif serta perbaikan harga batu bara, COAL optimistis kinerja operasional maupun kinerja keuangan pada tahun 2026 dapat mencatatkan hasil yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya," tulis manajemen di keterbukaan informasi, Kamis (11/12/2025).

Selanjutnya: Usai Libur Tahun Baru, Begini Proyeksi Rupiah Jumat (2/1)

Menarik Dibaca: Mengawali 2026, Story (IP) Memimpin Kripto Top Gainers 24 Jam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×