kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Tinjauan Indeks FTSE Ditunda, Saham SMGR dan ASII Justru Melonjak


Rabu, 11 Februari 2026 / 16:02 WIB
Tinjauan Indeks FTSE Ditunda, Saham SMGR dan ASII Justru Melonjak
ILUSTRASI. IHSG ditutup menguat (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. FTSE Russell pada 10 Februari menunda tinjauan indeks saham Indonesia yang seharusnya dilakukan pada Maret 2026. Seluruh perubahan terkait indeks, termasuk penambahan dan penghapusan saham, reklassifikasi ukuran perusahaan, serta penyesuaian jumlah saham dan bobot indeks, dibekukan sementara.

Menurut analis Maybank Sekuritas Indonesia, Jeffrosenberg Chenlim dalam riset 10 Februari, langkah ini bersifat teknis dan terfokus untuk menjaga akurasi indeks, bukan karena ada masalah besar terkait daya tarik investasi Indonesia. Aktivitas pasar sehari-hari tetap berjalan normal, termasuk aksi korporasi rutin seperti merger, akuisisi, delisting, stock split, dan pembagian dividen.

Reaksi pasar menunjukkan keputusan ini sudah sebagian besar diantisipasi dan bukan kejutan negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 1,22% menjadi 8.031,87 pada 10 Februari, menunjukkan investor sudah menyesuaikan diri terhadap risiko terkait indeks setelah tindakan MSCI sebelumnya.

Keputusan FTSE justru mencegah potensi penghapusan dan penurunan bobot saham, sehingga dampaknya lebih ringan dibanding langkah MSCI sebelumnya. Hal ini tercermin dari kinerja saham, misalnya SMGR yang melonjak 9% setelah sebelumnya diperkirakan akan dihapus dari indeks, dan ASII yang naik 3% meski sebelumnya diprediksi akan mengalami penurunan bobot.

Jeffrosenberg menekankan, keputusan FTSE didorong oleh kebutuhan menunggu reformasi pasar terkait pengungkapan kepemilikan saham. Reformasi ini akan memperkenalkan kategori kepemilikan baru dan kemungkinan redefinisi free float. Mengubah indeks saat data kepemilikan dan perhitungan free float belum akurat dapat menimbulkan perputaran saham yang tidak perlu dan kesalahan penilaian harga.

Ke depan, titik penting berikutnya adalah Mei 2026, ketika FTSE diharapkan memberikan pembaruan sebelum tinjauan triwulanan Juni. Normalisasi indeks akan tergantung pada seberapa cepat dan kredibel implementasi reformasi terkait pengungkapan kepemilikan, klasifikasi pemegang saham, dan definisi free float. Investor disarankan memantau progres reformasi ini, karena kemajuan yang jelas akan membuka jalan bagi kembalinya tinjauan indeks secara normal, sementara keterlambatan kemungkinan akan memperpanjang jeda saat ini.

Selanjutnya: Kementerian ESDM Terapkan DMO Batubara 30% untuk Jenis Tambang Batubara Ini

Menarik Dibaca: 5 Cara Membuat Alis Natural Anti Gagal, Cukup Pakai Pensil Alis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×