kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.501.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.707   7,00   0,04%
  • IDX 8.647   2,68   0,03%
  • KOMPAS100 1.194   -2,61   -0,22%
  • LQ45 847   -5,47   -0,64%
  • ISSI 309   -0,04   -0,01%
  • IDX30 437   -2,15   -0,49%
  • IDXHIDIV20 510   -4,16   -0,81%
  • IDX80 133   -0,62   -0,47%
  • IDXV30 139   0,36   0,26%
  • IDXQ30 140   -0,77   -0,54%

Usai Libur Tahun Baru, Begini Proyeksi Rupiah Jumat (2/1)


Kamis, 01 Januari 2026 / 13:47 WIB
Usai Libur Tahun Baru, Begini Proyeksi Rupiah Jumat (2/1)
ILUSTRASI. Rupiah dibuka melemah terhadap dolar AS (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada Rabu (31/12/2025). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,54% secara harian ke Rp 16.680 per dolar AS. Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga menguat 0,36% secara harian ke Rp 16.720 per dolar AS. 

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan pasar terguncang oleh rilis risalah rapat kebijakan Federal Reserve bulan Desember, yang mengungkapkan perbedaan pendapat yang mendalam di antara para pembuat kebijakan mengenai arah suku bunga pada tahun 2026.

Meskipun Fed menurunkan suku bunga pada rapat tersebut, risalah tersebut menunjukkan bahwa beberapa pejabat semakin berhati-hati untuk melakukan pelonggaran lebih lanjut. Hal ini dengan alasan tekanan inflasi yang tinggi dan ketidakpastian mengenai prospek ekonomi.

Baca Juga: Chandra Asri Pacific (TPIA) Resmi Akuisisi SPBU Esso di Singapura

“Yang lain berpendapat bahwa kebijakan yang ketat dapat berisiko memperlambat pertumbuhan terlalu tajam jika dipertahankan terlalu lama,” ujar Ibrahim saat dihubungi Kontan, Kamis (1/1/2026). 

Selain itu, Ibrahim mencermati rilis data aktivitas pabrik China kembali tumbuh pada bulan Desember. Angka indeks manajer pembelian resmi menunjukkan bahwa manufaktur kembali bergerak di atas angka 50 poin yang memisahkan ekspansi dari kontraksi. Ini menunjukkan peningkatan moderat dalam permintaan domestik menjelang akhir tahun. 

“Investor memandang data tersebut sebagai sinyal positif yang hati-hati untuk ekonomi terbesar kedua di dunia setelah berbulan-bulan momentum yang lesu,” kata Ibrahim.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan bahwa rupiah masih sulit diprediksi karena liburan yang menyebabkan mata uang cenderung bergerak di luar fundamental. “Namun dengan indeks dolar AS yang masih naik, rupiah berpotensi tertekan,” ucap Lukman. 

Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Jumat (2/1/2026) bergerak fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 16.680 – Rp 16.710 per dolar AS. Lukman memperkirakan rupiah bergerak dikisaran Rp 16.650 – Rp 16.750 per dolar AS.

Selanjutnya: Pertamina Hulu Temukan Cadangan Migas Baru di Kaltim

Menarik Dibaca: Mengawali 2026, Story (IP) Memimpin Kripto Top Gainers 24 Jam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×