kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Pengembangan teknologi jadi sentimen positif PGAS


Selasa, 10 Oktober 2017 / 10:29 WIB


Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) meresmikan aplikasi mobile bernama PGN Mobile. Dengan aplikasi tersebut, pelanggan bisa mengakses seputar tagihan pemakaian gas.

Selain itu, ada beberapa layanan lain dalam aplikasi tersebut. Di antaranya seperti pelanggan bisa mengetahui titik-titik lokasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas Bumi (SPBG). Juga untuk memberikan akses layanan pendaftaran bagi pelanggan baru yang belum menggunakan gas bumi.

Reza Priyambada Analis Binaartha Parama Sekuritas menyatakan adanya berita positif dari pengembangan teknologi pada PGAS diharapkan dapat menjadi sentimen positif. Meskipun secara riil belum terlihat dampak signifikansi dari penggunaan aplikasi mobile tersebut terhadap kinerja PGAS secara keseluruhan.

"Saat ini PGAS ditransaksikan di kisaran Rp 1.365-Rp 1.455 dengan kecenderungan tren menurun," terang Reza dalam riset yang diterima KONTAN, Selasa (10/10).

Akan tetapi, pada perdagangan kemarin, PGAS berhasil meningkat 2,48% dari posisi Rp 1.410 ke posisi penutupan Rp 1.445. Adanya kenaikan tersebut, diikuti peningkatan volume beli yang diharapkan dapat terjaga. "Sehingga nantinya diharapkan dapat mematahkan tren penurunan dan mengkonfirmasikan adanya pembalikan arah naik," ujar Reza.

Indikator RSI dan William’s %R mulai berbalik naik sehingga dapat membantu untuk kenaikan lanjutan. Trading buy selama dapat bertahan di atas Rp 1.435. Support Rp 1.420-Rp 1.430 dan resistance Rp 1.460-Rp 1.475.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×