kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Pendemi belum kelar, kinerja Wijaya Karya (WIKA) di tahun 2021 diprediksi masih loyo


Senin, 09 November 2020 / 19:10 WIB
Pendemi belum kelar, kinerja Wijaya Karya (WIKA) di tahun 2021 diprediksi masih loyo
ILUSTRASI. Proyek Wijaya Karya (WIKA)


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penundaan pengerjaan proyek akibat pandemi virus corona (Covid-19) memukul kinerja PT Wijaya Karya (WIKA). Analis memproyeksikan pertumbuhan kinerja WIKA masih lambat di tahun depan karena hingga saat ini pandemi belum juga berakhir. 

Berdasarkan laporan kinerja keuangan kuartal III-2020, laba bersih WIKA merosot 96,29% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 50,10 miliar. Sementara itu, pendapatan perusahaan juga anjlok 43,28% yoy menjadi Rp 18,3 triliun. 

Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan kinerja WIKA di kuartal III-2020 turun karena dampak dari penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang mengganggu jalannya pengerjaan proyek selama di kuartal II-2020.  "Pandemi membuat semua pengusaha cenderung mengerem pembangunan," kata dia, Senin (9/11). 

Baca Juga: Kuartal III-2020, laba bersih Wijaya Karya (WIKA) anjlok 96,29% jadi Rp 50,19 miliar

Meski begitu secara kuartalan WIKA berhasil mengerek pendapatan sekitar 11%. Ajeng Kartika Hapsari Analis NH Korindo Sekuritas bilang, pertumbuhan kinerja secara kuartalan tersebut merupakan buah hasil usaha WIKA memperbaiki kineja saat PSBB di kuartal III-2020 menjadi lebih longgar dari kuartal sebelumnya. 

Sementara itu, Ajeng mengamati WIKA masih mencatatkan gross profit margin (GPM) sebesar 7% lebih tinggi di kuartal III-2020. Angka tersebut lebih tinggi dari GPM di kuartal II-2020 yang sebesar 5%.

"Peningkatan GPM terjadi karena WIKA efektif menahan lonjakan beban pokok pendapatan," kata Ajeng. 




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×