kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.017   26,00   0,15%
  • IDX 7.092   -5,39   -0,08%
  • KOMPAS100 977   0,13   0,01%
  • LQ45 717   -1,48   -0,21%
  • ISSI 252   2,66   1,07%
  • IDX30 389   -2,31   -0,59%
  • IDXHIDIV20 489   0,39   0,08%
  • IDX80 110   0,25   0,22%
  • IDXV30 136   2,13   1,58%
  • IDXQ30 127   -0,98   -0,77%

Pendapatan Surya Citra Media (SCMA) turun 13,73% hingga kuartal ketiga 2020


Jumat, 30 Oktober 2020 / 18:54 WIB
Pendapatan Surya Citra Media (SCMA) turun 13,73% hingga kuartal ketiga 2020
ILUSTRASI. Laba bersih Surya Citra Media (SCMA) melorot 9,31% menjadi Rp 913,61 miliar hingga akhir September.


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) membukukan pendapatan iklan menyumbang Rp 4,11 triliun atau menyusut 16,29% dari periode yang sama tahun lalu. Tapi, pendapatan lain-lain SCMA justru naik 31,69% menjadi Rp 277,36 miliar.

Alhasil, total pendapatan kotor SCMA mencapai Rp 4,39 triliun, turun 14,26% secara tahunan. Pada sembilan bulan pertama tahun ini, SCMA memberikan potongan penjualan sebesar Rp 806,64 miliar atau 18,37% dari total pendapatan kotor periode Januari-September tahun ini.

Potongan pendapatan ini sedikit mengecil daripada periode yang sama tahun lalu sebesar 19% dari total pendapatan kotor SCMA. Alhasil, Surya Citra meraup pendapatan bersih Rp 3,58 triliun hingga kuartal III-2020, turun 13,73% secara tahunan. 

Laba bersih Surya Citra Media melorot 9,31% menjadi Rp 913,61 miliar hingga akhir September. Penurunan laba SCMA ini lebih kecil ketimbang pendapatan karena penurunan beban dan peningkatan laba operasi lainnya.

Baca Juga: Surya Citra Media (SCMA) Bersaing Melawan Netflix, Ini Rekomendasi untuk Saham SCMA

Penurunan terbesar tampak pada beban program dan siaran yang mencapai 28,84% menjadi Rp 1,56 triliun pada kuartal III tahun ini. Pendapatan operasi lain melesat 190% menjadi Rp 22,95 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan SCMA yang dirilis Jumat (30/10), pendapatan bisnis televisi masih menjadi penopang pendapatan SCMA secara konsolidasi. Pendapatan televisi mencapai Rp 3,2 triliun atau sebesar 89,38% dari total pendapatan. Sementara porsi pendapatan digital dan iklan luar ruangan mencapai 5,67% dan pendapatan konten lainnya 5,15%.

Porsi pendapatan televisi SCMA turun tipis dari 90,58% tahun lalu. Sedangkan porsi pendapatan digital dan iklan ruangan serta konten lainnya pada sembilan bulan pertama tahun lalu masing-masing 6,03% dan 3,46%. Dilihat dari segmen tersebut, hanya pendapatan konten lainnya yang meningkat 28,84% menjadi Rp 184,81 miliar.

Baca Juga: Tak terbebani PSBB, analis rekomendasikan buy saham SCMA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×