kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.886   10,00   0,06%
  • IDX 6.300   32,47   0,52%
  • KOMPAS100 826   3,68   0,45%
  • LQ45 628   1,77   0,28%
  • ISSI 218   1,35   0,62%
  • IDX30 352   0,19   0,05%
  • IDXHIDIV20 427   -1,45   -0,34%
  • IDX80 94   0,46   0,49%
  • IDXV30 118   0,04   0,03%
  • IDXQ30 111   -0,20   -0,18%

Pendapatan dan Laba Bersih Pertamina Geothermal (PGEO) Kompak Naik di Kuartal I-2023


Rabu, 31 Mei 2023 / 08:00 WIB
ILUSTRASI. Petugas mengecek instalasi di PLTP Kamojang, Garut, Jawa Barat, Rabu (8/9/2021). Laba bersih Pertamina Geothermal Energy (PGEO) melesat 49,31% menjadi US$ 46,96 juta pada kuartal pertama 2023.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatatkan laba bersih senilai US$ 46,96 juta per kuartal pertama 2023. Jumlah ini naik 49,31% dari laba bersih PGEO di periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 31,45 juta.

Kenaikan laba bersih ini sejalan dengan kenaikan pendapatan. Melansir laporan keuangan di laman Bursa Efek Indonesia, Rabu (31/5), PGEO membukukan pendapatan senilai US$ 102,61 juta, naik 18,96% dari realisasi pendapatan di kuartal pertama 2022 sebesar US$ 86,25 juta.

Secara rinci, pendapatan PGEO terdiri atas pendapatan dari hasil Operasi Sendiri yakni kepada PT Indonesia Power (pihak berelasi), yakni berasal dari pembangkit Kamojang senilai US$ 17,34 juta.  Kemudian, ada penjualan kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang disumbang oleh Ulubelu senilai US$ 26,23 juta, Lahendong senilai US$ 20,30 juta, dan Kamojang senilai US$ 20,13 juta.

Baca Juga: Ini Sejumlah Emitan yang Berpotensi Meraup Cuan dari Perdagangan Karbon

Ada juga pendapatan yang berasal dari Lumut Balai senilai US$ 10,14 juta dan Karaha senilai US$ 2,27 juta, yang keduanya juga dijual kepada PLN. PGEO juga membukukan pendapatan dari production allowances kepada pihak ketiga senilai US$ 6,18 juta.

Di sisi lain, sejumlah beban emiten pelat merah ini ikut naik seiring kenaikan pendapatan. Seperti beban pokok pendapatan yang naik tipis 3% menjadi US$ 41,13 juta dari sebelumnya US$ 39,93 juta. Beban keuangan juga naik  208% menjadi US$ 6.44 juta dari sebelumnya US$ 2,09 juta

Namun, anak usaha PT Pertamina ini memperoleh pendapatan lain-lain senilai US$ 12,85 juta yang mayoritas disumbang oleh selisih kurs bersih senilai US$ 11,21 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×