kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

Pendapatan dan laba bersih meningkat, Tower Bersama (TBIG) lampaui target penyewaan


Senin, 26 Oktober 2020 / 12:24 WIB
ILUSTRASI. Pekerja melakukan pengecekan jaringan kabel optik di menara milik PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) di Pulau Tidung


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Yudho Winarto

Per 30 September 2020, total pinjaman ( debt) TBIG mencapai Rp 22,41 triliun dan total pinjaman senior (gross senior debt) Rp 10,2 triliun. Angka ini didapat dengan memperhitungkan pinjaman dalam mata uang dollar AS yang telah dilindung nilai dan diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya.

Dengan saldo kas yang mencapai Rp 574 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp 21,83 triliun dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) TBIG menjadi Rp 9,63 triliun.

Kemudian, EBITDA TBIG per 30 September 2020 adalah sebesar Rp 3,4 triliun dan EBITDA disetahunkan Rp 4,72 triliun. Menggunakan EBITDA triwulan ketiga 2020 yang disetahunkan, maka rasio pinjaman senior bersih terhadap EBITDA adalah 2,04 kali dan total pinjaman bersih terhadap EBITDA sebesar 4,63 kali.

"Jumlah ini di bawah ketentuan surat utang kami yang mensyaratkan rasio total pinjaman (diukur dengan menggunakan kurs lindung nilai) terhadap EBITDA kuartal terakhir yang disetahunkan untuk tidak lebih dari 6,25 kali," kata Direktur Keuangan TBIG Helmy Yusman Santoso.

Baca Juga: Tower Bersama (TBIG) akan menerbitkan surat utang global US$ 700 juta

Menurut dia, bisnis perusahaannya memiliki arus kas yang kuat, didorong oleh kontrak pendapatan berulang yang dapat diprediksi dari pelanggan telekomunikasi.

"Pertumbuhan kolokasi TBIG yang kuat telah menurunkan rasio leverage secara signifikan dari 5,04 kali pada akhir tahun 2019 menjadi level 4,63 kali," ucap Helmy.

Helmy menambahkan, kreditur TBIG juga tetap berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan TBIG, baik secara organik dan anorganik.

Pada bulan September 2020, TBIG memiliki program baru Obligasi Rupiah Berkelanjutan IV dengan target dana dihimpun Rp 7 triliun yang berlaku selama dua tahun. TBIG juga memiliki arus kas operasional yang kuat dan komitmen Fasilitas Revolving Credit yang signifikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×