kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pendapatan BEI dari jasa transaksi turun pada 2017


Kamis, 01 Maret 2018 / 21:15 WIB
ILUSTRASI. BEI


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai rata-rata transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 2017 naik dibanding periode 2016. Namun hal ini berbanding terbalik dengan pendapatan BEI dari segmen jasa transaksi efek.

Berdasarkan laporan keuangan periode 2017, pendapatan dari segmen jasa transaksi efek tercatat Rp 641,54 miliar. Pendapatan ini turun 1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 648,94 miliar.

Sedangkan pada 2017, nilai rata-rata transaksi harian mencapai Rp 7,6 triliun, naik 1% dibanding 2016 sebesar Rp 7,49 triliun. Volume transaksi meningkat drastis sebesar 48% menjadi 11,95 miliar saham dari sebelumnya 7,83 miliar saham. Semenatra, rata-rata frekuensinya meningkat 18% menjadi 412.485 kali dari sebelumnya 264.127 kali.

Direktur Utama BEI Tito Sulistyo menjelaskan, penurunan ini ada kaitannya dengan jumlah hari perdagangan selama dua periode itu. Periode 2017, ada 238 hari perdagangan. Sementara, pada 2016, hari perdagangan selama 246 hari.

"Ada selisih delapan hari perdagangan di tahun 2017," ujar Tito, Kamis (1/3).

Dia menambahkan, pada periode 2016 juga sempat terjadi kejadian luar biasa. Kala itu, ada transaksi tutup sendiri alias crossing saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp 180 triliun. Ini merupakan transaksi terbesar sepanjang sejarah bursa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×