kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.551   51,00   0,29%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pendapatan Atlas Resources (ARII) anjlok 80,87% pada kuartal I 2020


Selasa, 07 Juli 2020 / 11:28 WIB
Pendapatan Atlas Resources (ARII) anjlok 80,87% pada kuartal I 2020
ILUSTRASI. PT Atlas Resources Tbk ARII


Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan tambang batubara PT Atlas Resources Tbk membukukan kinerja keuangan yang kurang memuaskan sepanjang kuartal I-2020.

Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten berkode saham ARII tersebut mencatatkan pendapatan usaha sebesar US$ 12,01 juta di kuartal I-2020 atau merosot 80,87% (yoy) dibandingkan hasil pendapatan usaha di kuartal I-2019 sebesar US$ 62,80 juta.

Baca Juga: Harga batubara tertekan, Bumi Resources (BUMI) belum revisi target produksi

Jika ditelusuri, segmen penjualan batubara menyumbang pendapatan usaha sebesar US$ 11,20 juta di kuartal I-2020. Adapun segmen bisnis sewa memperoleh pendapatan sebesar US$ 813.000.

Beban pokok pendapatan ARII juga ikut turun sebesar 82,55% (yoy) dari US$ 62,76 juta di kuartal I-2019 menjadi US$ 10,95 juta di kuartal I-2020.

Sementara itu, kerugian bersih yang diderita ARII di kuartal I-2020 melonjak 58,84% (yoy) menjadi US$ 5,48 juta. Pada periode yang sama di tahun lalu, ARII mengalami rugi bersih sebesar US$ 3,45 juta.

Baca Juga: Atlas Resources (ARII) Undang Kreditor Daftarkan Tagihan PKPU

Per 31 Maret 2020, ARII memiliki total aset sebesar US$ 348,32 juta. Jumlah ini terdiri dari aset lancar sebanyak US$ 58,29 juta dan aset tidak lancar sebanyak US$ 290,02 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×