kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Pendaftaran Capres-Cawapres Sudah di Depan Mata, Begini Rekomndasi Saham dari Analis


Senin, 16 Oktober 2023 / 07:15 WIB
Pendaftaran Capres-Cawapres Sudah di Depan Mata, Begini Rekomndasi Saham dari Analis
ILUSTRASI. Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Tribunnews/Jeprima


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Tendi Mahadi

Menurut Teguh, rangkaian Pemilu 2024 diharapkan bisa mendorong roda perekonomian domestik berputar lebih kencang. Saat ini masa kampanye memang belum tiba, sehingga belum ada kampanye langsung yang dilakukan secara masif.

Namun, ketika masa kampanye sudah tiba, ekonomi domestik bisa kembali mendapatkan sentimen positif. Salah satunya dari aksi bagi-bagi sembako yang kerap dilakukan saat masa kampanye.

“Oleh karena itu, sektor yang paling diuntungkan dari rangkaian Pemilu 2024 adalah sektor perbankan dan konsumer,” paparnya.

Dari sektor perbankan, Teguh merekomendasikan hold untuk BBNI dengan target harga Rp 5.500 – Rp 6.000 per saham. Dari sektor konsumer, Teguh merekomendasikan beli untuk GGRM dengan target harga Rp 40.000 per saham.

“Kegiatan di luar ruangan akan meningkatkan konsumsi rokok masyarakat, baik yang dibeli langsung maupun yang dibagikan,” tuturnya.

Teguh juga merekomendasikan hold untuk INDF dan SIDO dengan target harga masing-masing Rp 7.500 – Rp 8.000 per saham dan Rp 700 per saham. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×