Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sepekan ini dengan kinerja positif. Sepanjang pekan, IHSG menguat 4,24% dan ditutup di level 6.175,54 pada Jumat (17/7/2026).
Penguatan ini didukung meningkatnya volume pembelian yang masih mendominasi pergerakan pasar.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan, penguatan IHSG selama sepekan dipengaruhi sejumlah sentimen global dan domestik.
“Selama sepekan ini, IHSG bergerak menguat 4,24% dan masih didominasi oleh volume pembelian yang cenderung meningkat,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (17/7/2026).
Baca Juga: Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Senin (13/7)
Ia menjelaskan, salah satu katalis utama berasal dari rilis data inflasi Amerika Serikat (CPI) yang lebih rendah dari ekspektasi pasar, sehingga meningkatkan peluang bank sentral AS (The Fed) menahan suku bunga acuannya.
Selain itu, sentimen positif juga datang dari keputusan S&P yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia beserta outlook stabil.
Dari sisi domestik, penguatan nilai tukar rupiah ke level Rp 17.971 per dolar Amerika Serikat (AS) turut menjadi faktor pendukung, meskipun masih terdapat aksi jual bersih (net sell) investor asing.
“Di sisi lain, menguatnya harga minyak mentah dunia akibat memanasnya kondisi di Timur Tengah kembali meningkatkan kekhawatiran akan inflasi global,” jelasnya.
Senada, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menyebut, IHSG juga ditopang oleh penguatan nilai tukar rupiah sepanjang pekan.
Baca Juga: IHSG Diperkirakan Masih Bergerak Volatil, Saham Apa yang Jadi Rekomendasi Analis?
“IHSG ditutup menguat di level 6.175,54 pada Jumat (17/7/2026), sehingga selama sepekan IHSG menguat sekitar 4,2%,” ujarnya.
Ia menambahkan, rupiah juga menguat sekitar 0,8% secara mingguan ke level Rp17.921 per dolar AS.
Secara sektoral, saham sektor keuangan mencatatkan penguatan terbesar, sementara sektor basic materials mengalami koreksi.
Dari sisi teknikal, Alrich menilai IHSG menunjukkan sinyal penguatan lanjutan. “IHSG ditutup di atas MA5 dan MA10 weekly. Histogram MACD negatif menyempit dan berpotensi membentuk golden cross,” jelasnya.
Untuk perdagangan pekan depan, Herditya memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan meski terbatas.
“Kami perkirakan IHSG masih berpeluang menguat dengan kecenderungan terbatas, dengan support di 5.987 dan resistance di 6.268,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pelaku pasar akan mencermati sejumlah sentimen, seperti rilis laporan keuangan emiten semester I-2026, arah kebijakan The Fed, serta pergerakan harga komoditas global.
Sementara itu, Alrich memperkirakan IHSG berpotensi menguji level 6.225 hingga 6.280 pada pekan depan.
Investor juga akan menanti sejumlah data ekonomi domestik, seperti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, pertumbuhan kredit, serta jumlah uang beredar (M2).
Baca Juga: IHSG Menguat 0,83% Sepekan Terakhir, Cek Sentimen Pendorongnya
Untuk strategi, Herditya merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati pada pekan depan, yakni PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) di kisaran Rp2.550-Rp2.600, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) di rentang Rp625-Rp645, serta PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) pada kisaran Rp24.500-Rp24.950 per saham.
Dengan berbagai sentimen tersebut, investor disarankan tetap selektif dan mencermati dinamika pasar yang masih dipengaruhi faktor global maupun domestik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
