kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Peminat melonjak, BYAN capai rekor tertinggi


Jumat, 24 September 2010 / 12:46 WIB


Reporter: Dessy Rosalina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Hingga penutupan siang, Jumat (24/9), harga saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mendaki ke level Rp 10,100 per saham. Asal tahu saja, ini adalah level all time high atawa rekor tertinggi harga saham BYAN sejak melantai di bursa.

Janson Nasrial, analis AM Capital menilai, ada setidaknya dua faktor yang membuat BYAN diburu investor. Pertama, kenaikan produksi batubara BYAN masih positif dibanding PT Adaro Energy (ADRO) yang mengalami penurunan produksi. "ADRO tahun ini juga mengalami beban utang yang tinggi," ujarnya.

Kedua, harga jual atau average selling price (ASP) BYAN lebih tinggi dari ADRO yakni US$ 70 berbanding US$ 66 per ton.

Meski begitu, Janson melihat harganya saat ini sudah mahal lantaran fair value BYAN Rp 5,750. "Sekarang waktunya profit taking," saran dia. Sebabnya, ia menilai dalam jangka pendek investor bakal melepas BYAN dan berangsur-angsur beralih ke ADRO ataupun ITMG.

Senada, Surabhi Chopra, analis Bahana Sekuritas menilai fair value BYAN hanya di kisaran Rp 7200. "Saya bingung kenapa harganya naik terus,mungkin digoreng," tandasnya.

Sekedar catatan, pada awal Januari, saham BYAN dibanderol Rp 5,750 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×