kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Pemerintah Transfer Rp 200 Triliun ke Himbara, Cek Proyeksi Rupiah pada Jumat (12/9)


Kamis, 11 September 2025 / 18:03 WIB
Pemerintah Transfer Rp 200 Triliun ke Himbara, Cek Proyeksi Rupiah pada Jumat (12/9)
ILUSTRASI. Proyeksi pergerakan rupiah untuk Jumat (12/9/2025) bakal dipengaruhi sentimen dari data inflasi AS


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah di pasar spot menguat tipis pada Kamis (11/9/2025), seiring rencana pemerintah memindahkan dana dari Bank Indonesia (BI) ke bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Mengacu data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 0,05% ke level Rp 16.462 per dolar AS pada Kamis (11/9/2025). Sementara, rupiah Jisdor melemah tipis 0,07% ke Rp 16.468 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, penguatan tipis pada rupiah terjadi meskipun mayoritas mata uang Asia melemah menjelang rilis data inflasi AS (CPI) pada malam ini.

Dia melihat, rupiah mendapat sokongan dari pengumuman pemerintah yang akan mengucurkan Rp 200 triliun ke Himbara. Dana tersebut untuk mendorong penyaluran kredit.

“Ini memberikan sinyal positif pada likuiditas domestik,” terangnya menjawab Kontan, Kamis (11/9/2025).

Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 16.462 Per Dolar AS Hari Ini (11/9), Terkuat di Asia

Sedangkan untuk perdagangan Jumat (12/9/2025), Josua melihat pergerakan rupiah akan bergantung pada rilis data inflasi AS, khususnya core CPI.

Di mana, jika hasil data inflasi AS itu sesuai atau lebih rendah dari ekspektasi, pasar melihat peluang pemangkasan suku bunga The Fed terbuka lebar. Sehingga, dolar AS bisa melemah dan memberi ruang bagi penguatan rupiah.

“Sebaliknya jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, dolar AS berpotensi menguat dan menekan rupiah,” jelas Josua.

Sementara itu, dari domestik, Josua memandang pasar masih akan fokus pada implementasi kebijakan penempatan dana pemerintah ke perbankan.

“Ini akan berpengaruh pada persepsi investor terkait stabilitas fiskal dan efektivitas stimulus,” jelasnya.

Untuk Jumat (12/9/2025), Josua memperkirakan rupiah cenderung stabil di tengah kehati-hatian pasar menunggu kepastian arah kebijakan The Fed. 

Dus, ia memperkirakan, rupiah berada pada kisaran Rp 16.420–Rp 16.500 per dolar AS pada Jumat (12/9/2025).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×