kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Pembentukan holding farmasi BUMN akan dibahas besok


Senin, 25 Oktober 2010 / 15:20 WIB
ILUSTRASI. SIDAK MAKANAN BPOM


Reporter: Abdul Wahid Fauzie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kabar tentang pembentukan holding farmasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali berlanjut. Untuk memuluskan rencana ini, pemerintah akan membahas pembentukan holding tersebut dengan direksi farmasi.

"Besok akan ada pembahasan soal pembentukan holding ini," kata Rusdi Rosman, Direktur Keuangan PT Kimia Farma Tbk (KAEF). Sayang, Rusdi masih enggan membocorkan apakah pembentukan holding ini akan menggabungkan usaha alias merger antara KAEF, PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Bio Farma. "Kalau soal mergernya saya belum tahu, soalnya baru dibahas esok," tegasnya.

Rusdi juga belum mau buka-bukaan siapa nantinya yang akan jadi induk holdingnya. Namun, menurutnya, jika induk holding ini memperhitungkan aset dan kinerja perusahaan maka KAEF memiliki peluang yang lebih besar. Namun, "saya belum tahu pastinya, tunggu besok saja," ucapnya.

Rencana pembentukan holding ini rupanya sudah terdengar kencang di pasar. Buktinya, hari ini saham kedua emiten farmasi ini melonjak. Pada perdagangan hari ini, (15:11 WIB) harga saham KAEF sudah naik Rp 11 per saham menjadi Rp 210 per saham. Sementara, saham INAF naik Rp 4 per saham menjadi Rp 87 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×