kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.123   -79,00   -0,43%
  • IDX 5.183   -99,19   -1,88%
  • KOMPAS100 671   -14,34   -2,09%
  • LQ45 528   -11,58   -2,15%
  • ISSI 174   -2,58   -1,46%
  • IDX30 297   -6,16   -2,03%
  • IDXHIDIV20 399   -6,75   -1,66%
  • IDX80 77   -1,61   -2,04%
  • IDXV30 110   -1,49   -1,33%
  • IDXQ30 100   -1,87   -1,83%

Pelemahan rupiah akan berlanjut setelah adanya sinyal resesi dari Menkeu


Selasa, 22 September 2020 / 20:50 WIB
ILUSTRASI. Selasa (22/9), kurs rupiah spot tercatat melemah sebanyak 0,58% ke Rp 14.785 per dolar AS.


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sinyal resesi yang baru dilontarkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani masih akan menggerus pergerakan rupiah besok. Ditambah lagi, belum ada sentimen kuat lain yang bisa menahan pelemahan mata uang garuda pada perdagangan Rabu (23/9).

Mengutip Bloomberg, pada perdagangan Selasa (22/9) kurs rupiah spot tercatat melemah sebanyak 0,58% ke Rp 14.785 per dolar Amerika Serikat (AS). Sementara itu, pada kurs tengah Bank Indonesia (BI) atau Jisdor, rupiah melemah 0,4% ke level Rp 14.782 per dolar AS dibandingkan perdagangan hari sebelumnya Rp 14.723 per dolar AS.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, pelemahan rupiah pada perdagangan besok (23/9) bakal didominasi sentimen domestik. "Pelemahan rupiah karena respons pasar atas proyeksi Menkeu, bahwa ekonomi Tanah Air dipastikan resesi tahun ini," jelas Bhima kepada Kontan.co.id, Selasa (22/9).

Alhasil, pernyataan tersebut turut memicu sikap investor dengan melakukan perombakan portofolio dan penyesuaian strategi dalam beberapa bulan ke depan. Di sisi lain, perhatian pelaku pasar ikut terbagi dalam menanggapi laporan Fincen yang menunjukkan adanya puluhan bank yang ada di Indonesia dinilai abai terhadap praktik pencucian uang global. 

Baca Juga: Rupiah diperkirakan melemah lagi pada Rabu (23/9)

Selanjutnya, perkembangan penanganan Covid-19 juga masih menjadi perhatian secara global. Bhima mengungkapkan, pasar tengah berharap pada uji klinis vaksin Astra Zeneca dan Oxford agar bisa segera terealisasi. 

Sementara itu dari Tanah Air lagi, keputusan Presiden untuk tidak menunda pemilihan kepala daerah (Pilkada) dinilai menjadi sentimen negatif terhadap upaya pemulihan ekonomi dan kesehatan. Itu karena dikhawatirkan akan ada kluster baru pilkada saat penambahan kasus harian masih di atas 4.000 orang. "Rupiah besok diperkirakan bergerak di rentang Rp 14.780 per dolar AS hingga Rp 14.850 per dolar AS," tandas Bhima.

Baca Juga: Ambles, rupiah ditutup turun 0,58% ke Rp 14.785 per dolar AS pada hari ini (22/9)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×