kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Pelat Timah anggarkan capex Rp 100 miliar di 2011


Jumat, 07 Januari 2011 / 16:27 WIB


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) mengangarkan belanja modal alias capital expenditure sebesar Rp 100 miliar di tahun ini. Sebagian besar dana ini akan digunakan untuk pembayaran proyek revamping yang sedang dilakukan NIKL.

"Tahun ini kita akan mengeluarkan sekitar US$ 10 juta hingga US$ 11 juta," kata Direktur Keuangan NIKL, Erwin kepada Kontan, Jumat (7/1). Proyek peningkatan kapasitas produksi pelat timah ini sendiri kabarnya menelan dana hingga US$ 16 juta.

Pembiayaannya sendiri diambil dari hasil penawaran saham perdana alias initial public offering yang telah dilakukan NIKL pada 2009 lalu. NIKL sendiri sebelumnya telah menunjuk konsorsium Nippon Steel Engineering Co untuk menggarap proyek tersebut.

Direktur Utama NIKL, Ardhiman T. A mengatakan, konsorsium NIKL ini terdiri dari PT Nippon Steel Construction Indonesia, Fuji Electric Asia Pacific, Pte, Ltd dan PT Sankyu Indonesia Internasional. Jadi, "Proyek ini sudah mulai berjalan November 2010, dan direncanakan selesai awal 2012," katanya.

Dengan demikian, produksi pelat timah Perseroan ini bisa meningkat menjadi 160.000 ton pada 2012. Saat ini produksi pelat timah anak usaha krakatau steel tersebut masih 130.000 ton, padahal untuk pasar lokal sendiri kebutuhannya mencapai 200.000 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×