kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Pekan depan IHSG berpeluang menguat terbatas


Jumat, 20 Maret 2020 / 22:12 WIB
ILUSTRASI. Pekerja memotret layar yang menampilkan pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Jika dilihat secara sepekan, IHSG masih mencatatkan koreksi hingga 14,52%. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.


Reporter: Kenia Intan | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini memerah kecuali pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (20/3). Pada penutupan perdagangan hari ini IHSG menghijau 2,18% ke level Rp 4.194. 

Akan tetapi jika dilihat secara sepekan, IHSG masih mencatatkan koreksi hingga 14,52%.

Baca Juga: Saham-saham bank pelat merah diobral investor asing di tengah kenaikan IHSG

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menjelaskan penurunan IHSG pekan ini masih dipicu oleh penyebaran COVID-19. "Cukup cepat dan masif, mengancam pertumbuhan ekonomi dunia," kata Herditya ketika dihubungi Kontan.co.id, Jumat (20/3). 

Kekhawatiran ini, lanjut Herditya, tercermin dari beberapa negara yang sudah merevisi kembali pertumbuhan ekonominya. 

Tidak jauh berbeda, Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani bilang IHSG cenderung berada di zona merah pekan ini karena perlambatan perekonomian dunia yang dipicu oleh COVID-19. 

Baca Juga: Analis: Penguatan IHSG hari ini hanya sementara

Pekan depan, lanjut Hendriko, IHSG ada potensi melanjutkan penguatan terbatas ke level 4.300.  Akan tetapi, jika pergerakan IHSG berada di bawah level itu, IHSG masih rawan terkoreksi menguji level support psikologis 4000. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×