kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.729   61,00   0,35%
  • IDX 6.101   5,57   0,09%
  • KOMPAS100 803   -2,01   -0,25%
  • LQ45 613   -3,15   -0,51%
  • ISSI 214   0,34   0,16%
  • IDX30 350   -1,66   -0,47%
  • IDXHIDIV20 434   -5,26   -1,20%
  • IDX80 93   -0,25   -0,27%
  • IDXV30 120   -0,87   -0,72%
  • IDXQ30 114   -1,47   -1,27%

SMGR Bubarkan Sejumlah Anak Usaha, Analis Sebut Sebagai Langkah Efisiensi Grup


Jumat, 22 Mei 2026 / 09:50 WIB
SMGR Bubarkan Sejumlah Anak Usaha, Analis Sebut Sebagai Langkah Efisiensi Grup
ILUSTRASI. SMGR resmi bubarkan 4 anak cucu usaha demi efisiensi. Aset non-produktif dilepas untuk fokus bisnis inti. (SIG/dok)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) membubarkan dan melikuidasi sejumlah entitas anak usaha dan cucu usaha dalam rangka perampingan struktur bisnis. Langkah korporasi ini disebut sebagai bagian dari strategi efisiensi emiten semen pelat merah tersebut.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada 20 Mei 2026 SMGR melalui PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) membubarkan sekaligus melikuidasi PT Ciptanugrah Indonesia (CI). Mengingat SMGR memiliki 83,52% saham di SMCB, maka status CI merupakan cucu perusahaan SMGR.

Pada tanggal yang sama, SMGR melalui SMCB juga membubarkan dan melikuidasi PT Aroma Sejahtera Indonesia (ASI). Selain itu, sehari sebelumnya atau pada 19 Mei 2026, SMGR melalui SMCB turut membubarkan serta melikuidasi PT Aroma Cipta Anugrahtama (ACA), yang merupakan cicit usaha SMGR melalui SMCB.

CI, ASI, dan ACA diketahui telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 19 dan 20 Mei 2026. Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui pembubaran dan likuidasi masing-masing perusahaan sejak tanggal keputusan rapat ditetapkan.

Baca Juga: Terjerembab Di Saham Gocap, Inilah Dereta Investor Pemilik Saham GOTO Per April 2026

RUPSLB juga menyetujui penunjukan tim likuidator yang terdiri dari Fany Wulandari, Andika Lukmana, dan Sri Setio Inantoro. Tim likuidator tersebut bertugas menjalankan seluruh tindakan yang diperlukan terkait pembubaran dan likuidasi sesuai Anggaran Dasar perusahaan serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Tak berhenti di situ, pada 21 Mei 2026 SMGR kembali melakukan pembubaran dan likuidasi PT Energi Makmur Agung Sejahtera (EMAS). Entitas tersebut merupakan cicit usaha SMGR melalui PT Semen Padang (SP).

Pembubaran EMAS juga telah memperoleh persetujuan melalui RUPSLB yang digelar pada 21 Mei 2026. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menunjuk Zulfahmi sebagai likuidator untuk menjalankan proses pembubaran dan likuidasi perusahaan.

"Tidak terdapat dampak kejadian, informasi, atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perusahaan," tulis Direktur Utama Semen Indonesia Indrieffouny Indra dalam keterbukaan informasi, Kamis (21/5/2026).

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai langkah pembubaran sejumlah entitas anak usaha tersebut berkaitan erat dengan strategi perampingan struktur grup perusahaan.

Menurut dia, kebijakan tersebut bertujuan mengurangi beban operasional maupun beban keuangan dengan melepas entitas yang sudah tidak produktif atau tidak memberikan kontribusi optimal kepada induk usaha.

“Memang, asetnya (SMGR) akan berkurang, tapi itu tidak menjadi masalah. Soalnya aset yang dilepas adalah aset non-produktif,” imbuh dia, Kamis (21/5/2026).

Ke depan, SMGR diperkirakan akan lebih fokus pada bisnis inti, yakni produksi dan penjualan semen serta pengembangan produk ready mix concrete. Strategi pengurangan jumlah anak usaha penting agar perseroan dapat bergerak lebih efisien dan fokus pada lini bisnis yang memberikan kontribusi lebih besar terhadap profitabilitas.

 

Meski demikian, SMGR masih menghadapi sejumlah tantangan di industri semen nasional. Salah satu tantangan utama adalah persoalan struktural berupa kelebihan kapasitas produksi di tengah permintaan semen domestik yang belum sepenuhnya pulih stabil.

Selain itu, kenaikan suku bunga acuan juga berpotensi menekan sektor properti yang merupakan salah satu pasar utama industri semen. Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap permintaan semen nasional.

Di sisi lain, kenaikan biaya energi akibat melonjaknya harga batubara dan bahan bakar minyak (BBM) industri turut menjadi tekanan tambahan bagi SMGR. Situasi ini berpotensi mendorong perusahaan menaikkan harga jual semen guna menjaga margin keuntungan tetap aman.

Dengan berbagai tantangan tersebut, Nafan menyarankan investor untuk bersikap wait and see terhadap saham SMGR.

Pada perdagangan Jumat (22/5), harga saham SMGR terpantau stagnan di level Rp 1.775 per saham meski sempat bergerak volatil pada awal sesi perdagangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×