kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 18.010   3,00   0,02%
  • IDX 6.142   33,77   0,55%
  • KOMPAS100 810   8,96   1,12%
  • LQ45 618   9,83   1,62%
  • ISSI 211   -0,32   -0,15%
  • IDX30 350   6,27   1,83%
  • IDXHIDIV20 437   8,24   1,92%
  • IDX80 93   1,12   1,22%
  • IDXV30 118   0,75   0,64%
  • IDXQ30 113   2,28   2,06%

Pasokan semen berlebih, investor asing jauhi saham-saham emiten semen


Senin, 30 Desember 2019 / 17:42 WIB
ILUSTRASI. Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat semen di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Pasokan semen berlebih, investor asing jauhi saham-saham emiten semen di tahun ini.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berinvestasi di saham emiten semen sepertinya bukan menjadi pilihan bagi investor asing tahun ini. Sejak awal tahun hingga saat ini atau secara year-to-date (ytd), investor asing melepas kepemilikan di saham emiten semen.

Melansir dari RTI Business, dana asing yang keluar dari saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencapai Rp 1,47 triliun di semua pasar. Bahkan, sejak seminggu ke belakang asing juga mjencatatkan net sell hingga Rp 20,53 miliar.

Baca Juga: Kelebihan pasokan semen masih membayangi, begini strategi Semen Indonesia

Sementara itu, asing juga mengobral saham PT Indocement Tunggal Tbk (INTP) sejak awal tahun hingga mencatatkan net sell sebesar Rp 1,19 triliun.

Hal yang sama juga terjadi pada saham PT Semen Baturaja Tbk (SMBR). Sejak awal tahun, investor asing terus menjual saham emiten pelat merah ini hingga mencatatkan net sell sebesar Rp 72,42 miliar.

Saham PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) juga dilepas asing sejak awal tahun. Tercatat, dana asing yang keluar dari saham ini sebanyak Rp 12,88 triliun. Namun, khusus SMCB, net sell terjadi karena pemegang saham emiten ini Holderfin BVPT menjual sahamnya ke PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) pada 31 Januari 2019 lalu.

Analis NH Korindo Meilki Darmawan menilai, kondisi ini menunjukkan investor asing sudah mulai memahami kondisi oversupply yang akan dihadapi emiten semen dalam beberapa tahun ke depan. Sehingga, beberapa investor asing mulai mencari sektor lain yang lebih atraktif atau bahkan berpindah ke instrumen obligasi.

Baca Juga: Semen Baturaja (SMBR) optimistis penjualan semen di 2020 akan membaik

Apalagi, saat ini valuasi dari keempat emiten semen ini sudah masuk kategori mahal.

Senada, Analis Artha Sekuritas Nugroho Rahmat Fitriyanto menilai vaulasi dari emiten semen di Indonesia memang lebih mahal dibandingkan dengan emiten semen di bursa regional ataupun global.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×