kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Pasokan Malaysia menurun, Harga CPO menanjak


Rabu, 21 Desember 2011 / 12:40 WIB
ILUSTRASI. Ada 8 cara meningkatkan imunitas tubuh saat di rumah saja selama pandemi virus corona.


Reporter: Sandy Baskoro, Bloomberg | Editor: Sandy Baskoro

SINGAPURA. Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kembali menanjak. Pemicu utamanya adalah spekulasi penurunan pasokan CPO dari Malaysia, produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia setelah Indonesia.

Harga CPO untuk pengiriman Maret 2012 di Bursa Derivatif Malaysia, Rabu (21/12), naik 0,8% menjadi RM 3.043 per ton atau US$ 960 per ton.

Produksi CPO di Malaysia pada November melorot dalam tujuh bulan terakhir setelah panen puncaknya berakhir. Dewan Sawit Malaysia mencatat produksi CPO di bulan November menurun 14,8% menjadi 2,1 juta ton.

"Pasar bergeser secara perlahan dari semula kecemasan terhadap permintaan menjadi kekhawatiran atas pasokan CPO," ujar Paramalingam Subramaniam, director of brokerage Pelindung Bestari Sdn.

Selain itu, harga CPO terdongkrak panen kedelai di Argentina dan Brasil yang terancam tak maksimal akibat cuaca kering.

Sebesar 25% area tertanam kedelai di Brasil diprediksi mengering dalam 10 hari ke depan. Kondisi ini bisa mengganggu panen komoditas yang menjadi substitusi dari CPO itu. Kontrak kedelai pengiriman Maret 2012 di Bursa Chicago naik tipis menjadi US$ 11,54 per gantang, pada Rabu pukul 12:33 waktu Singapura.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×