kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pasca pilpres, MI agresif putar portofolio


Senin, 14 Juli 2014 / 20:18 WIB
Pasca pilpres, MI agresif putar portofolio
ILUSTRASI. Peer to Peer Lending.


Reporter: Wahyu Satriani | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA.  Pasca pemilihan Presiden,  manajer investasi kian agresif memutar portofolio.  PT Bahana TCW Investment Management,  misalnya, memutar portofolio mereka dengan memilih saham-saham berkapitalisasi besar.

Chief Economist and Director for Investor Relation Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat mengatakan pihaknya mulai menerapkan strategi tersebut saat pasar bearish.  Dus, saham tersebut akan diuntungkan saat pasar naik pasca pengumuman pilpres nanti.

"Kalau masuk setelah pengumuman KPU (Komisi Pemilihan Umum), maka sudah terlambat.  Karena itu harus berani taking risk dan kami masuk saat pasar bearish, " kata Budi Hikmat,  Jakarta,  Senin (14/7).

Pasalnya,  saat ini pihaknya meyakini calon Presiden Joko Widodo bakal memenangi Pilpres.  Hal tersebut terlihat dari data quick count yang dirilis lembaga terpercaya seperti Litbang Kompas dan RRI mengindikasikan bahwa Joko Widodo lebih unggul dibandingkan calon presiden lainnya yakni  Prabowo.

"Selain itu,  dari partai koalisi kubu Prabowo sudah goyang," kata dia.

Nah, Budi menambahkan, calon Presiden Joko Widodo cenderung disukai asing sehingga berpeluang terjadi capital inflow dan pasar modal mengalami kenaikan.

"Kami masuk ke saham-saham perbankan,  infrastruktur dan konsumer," ujar dia.

Sedangkan untuk obligasi,  pihaknya memilih obligasi korporasi yang memiliki likuiditas besar.  "Kami juga melakukan  analisis credit risk untuk mencegah obligasi gagal bayar, " ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×