kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Pasca naik tinggi, emas di Asia tertekan lagi


Jumat, 24 Januari 2014 / 13:47 WIB
ILUSTRASI. Reza Rahardian dan Luna Maya beradu peran dalam film Mendadak Darurat yang akan tayang di bioskop pada 8 September 2022 mendatang. 


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Siang ini (24/1), harga kontrak emas dunia mencatatkan penurunan. Mengutip data Bloomberg, pagi tadi, harga kontrak emas untuk pengantaran cepat turun 0,4% menjadi US$ 1.259,21 per troy ounce. Pada pukul 12.42 waktu Singapura, kontrak yang sama diperdagangkan di posisi US$ 1.266,51 per troy ounce.

Kemarin, harga emas sempat ditransaksikan hingga ke posisi US$ 1.266,51 per troy ounce atau naik 1,1%. Ini merupakan level tertinggi sejak 10 Desember lalu. Sepanjang pekan ini, harga emas sudah naik 0,5%.

Salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan harga emas adalah aksi wait and see investor mengenai langkah the Federal Reserve terkait pemangkasan stimulus.

"Pelaku pasar mempertimbangkan apakah the Fed akan terus menurunkan nilai stimulusnya. Banyak yang memprediksi, bank sentral AS itu akan memutuskan untuk menurunkan stimulus mereka. Kami memprediksi harga emas akan terus tertekan terkait hal tersebut," jelas Lachlan Shaw, analis Commonwealth Bank of Australia.

Catatan saja, the Federal Reserve akan segera menggelar pertemuan pada 28-29 Januari mendatang setelah memutuskan untuk memangkas nilai stimulus sebesar US$ 10 miliar pada Desember lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×