Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Sanny Cicilia
JAKARTA. Bank Sentral Amerika Federal Reserve memutuskan bersabar menaikkan suku bunga acuannya hingga situasi memungkinkan. Komite masih akan menahan era suku bunga rendah dalam sementara waktu.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, perkiraan awal kenaikan suku bunga baru akan terjadi pada semester dua 2015. Perkiraan kenaikan, berdasarkan survei kalangan pengusaha di Amerika Serikat, adalah 100 bps pada akhir 2015.
Terkait tren pelemahan rupiah, Bambang bilang, pasar sudah memasukkan unsur potensi kenaikan bunga dalam hitungan kurs rupiah. "Kurs rupiah yang bergerak sekarang, priced in terhadap dollar AS yang menguat terhadap semua mata uang,” kata dia, Kamis (18/12).
Antisipasi yang akan dilakukan pemerintah untuk The Fed adalah menjaga fundamental ekonomi. "Itu yang paling penting. Kurangi defisit transaksi berjalan dan defisit anggaran," tandasnya.
Rupiah di pasar spot pada pukul 13:42 diperdagangkan di Rp 12.583 per dollar AS. Selama tahun ini, rupiah melemah 3,38%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













