CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Pasar saham mulai menghijau akibat window dressing


Kamis, 05 Desember 2019 / 22:09 WIB
Pasar saham mulai menghijau akibat window dressing
ILUSTRASI. Kamis (5/12) IHSG kembali menguat 0,64% di level 6.152,12.

Reporter: Kenia Intan | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perdagangan saham mulai menghijau. Salah satunya faktornya, adanya window dressing yang ditandai dengan aksi pembelian yang di mulai sejak awal Desember.

Berdasarkan data RTI, sejak awal bulan pasar cenderung menghijau kecuali pada hari Rabu (4/12) yang turun 0,34%. Akan tetapi, hari Kamis (5/12) IHSG kembali menguat 0,64% ke level 6.152,12.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto melihat, window dressing akan mengerek saham-saham di berbagai sektor. Sektor yang akan terangkat mulai dari saham-saham perbankan, barang-barang konsumer, pertambangan, kemudian disusul dengan sektor-sektor lainnya.

Baca Juga: IHSG menguat, tanda-tanda window dressing telah dimulai?

"Historical memang begitu," kata William, Kamis (5/12). Walaupun hingga hari ini asing masih tercatat net sell, William melihat aksi ini sudah tidak sebesar waktu sebelumnya. Hari ini misalnya, net buy Rp 36,71 miliar di seluruh pasar meski di pasar reguler masih tercatat net sell Rp 85,98 miliar.

Untuk sektor perbankan, William memperkirakan saham yang akan menguat seperti saham BBRI dan BBTN. Sektor tambang, William melihat prospek yang baik dari ADRO, PTBA, ANTM, dan INCO. Sementara untuk sementara sektor barang konsumer ada HOKI dan GGRM.

Dia memprediksi, window dressing ini paling lama akan bertahan hingga pekan ketiga bulan Januari 2019. Ciri-cirinya mulai terlihat dari volume perdagangan yang mulai menurun. William memprediksi, penurunan akan dimulai dari perbankan karena kemungkinan sektor ini akan ramai diperdagangkan di pasar terlebih dahulu.

Baca Juga: IHSG masih ditopang window dressing pada perdagangan esok

Menghadapi fenomena window dressing di pasar, William menyarankan investor untuk tetap mengikuti pasar. "Tapi lebih disarankan trading jangka pendek," ujar dia.




TERBARU

Close [X]
×