kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Pasar nikel mentereng, PAM Mineral (NICL) bidik kenaikan laba bersih hingga 263,46%


Jumat, 09 Juli 2021 / 21:29 WIB
ILUSTRASI. Pencatatan perdana saham PT PAM Mineral Tbk.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

Dalam keterangan resminya, Ruddy Tjanaka, Direktur Utama NICL menyebut prospek komoditas nikel ke depan masih cukup cerah, salah satunya disokong oleh sentimen pengembangan industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Dia bilang, pangsa pasar (market share) untuk kendaraan listrik  akan meningkat dari 2,5% pada tahun 2019 menjadi 10% pada tahun 2025 mendatang. Bahkan, market share untuk industri kendaraan listrik diprediksi akan meningkat menjadi 28% di tahun 2030 dan 58% di tahun 2040.

Pada tahun 2019, konsumsi nikel untuk bahan baku baterai mencapai 7% dari total konsumsi global. Diperkirakan pada tahun 2022, permintaan nikel akan melebihi pasokan/supply yang ada.

Baca Juga: Hingga kuartal I 2021, Buyung Poetra (HOKI) sudah serap capex sebesar 50%

“Ini potensi yang besar bagi PAM Mineral untuk bertumbuh mengingat saat ini baru sebagian kecil dari area yang dieksploitasi,” terang Rudy., Jumat (9/7)

Saham NICL resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat (9/7).  NICL melepas 2  miliar saham kepada publik, setara dengan 20,7% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga Rp 100 per saham dalam gelaran penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Dari aksi korporasi ini, NICL menerima dana segar sebesar Rp 200 miliar. Dana hasil IPO ini akan difokuskan untuk pengembangan usaha.

Selanjutnya: Gajah tunggal (GJTL) memperoleh fasilitas pinjaman Rp 1,45 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×