kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45769,82   10,44   1.37%
  • EMAS915.000 -0,44%
  • RD.SAHAM -0.01%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Pasar lesu, Golden Energy Mines (GEMS) melanjutkan rencana rights issue


Jumat, 20 Maret 2020 / 20:14 WIB
Pasar lesu, Golden Energy Mines (GEMS) melanjutkan rencana rights issue
ILUSTRASI. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), anak perusahaan Sinar Mas Group atau Sinarmas di bidang pertambangan batubara.

Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) masih menanti izin dari pemegang saham untuk melaksanakan melaksanakan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) GEMS yang berlangsung pada Kamis (5/3) gagal mencapai kuorum. Sekretaris Perusahaan GEMS Sudin Sudirman mengatakan, perusahaan ini berencana melepas saham baru sebanyak-banyaknya 294,12 juta saham atau 5% dari modal disetor.

Meski kondisi pasar masih lesu, GEMS tetap berikhtiar untuk tetap melaksanakan HMETD guna menambah persentase jumlah saham yang dimiliki pemegang saham masyarakat atau free float. “Meskipun tidak yakin (diminati), tapi proses RUPS harus kami jalankan dulu,” kata Sudin kepada Kontan.co.id, Jumat (20/3).

Baca Juga: Pasar Masih Lesu, Perusahaan Batubara Memasang Target Produksi yang Konservatif

Sebagai informasi, persentase kepemilikan publik GEMS di bawah 5% atau hanya sebesar 3%. Sehingga, masih belum memenuhi minimal persentase jumlah saham yang dimiliki pemegang saham masyarakat yang disyaratkan sebesar 7,5%. Lebih lanjut, dia mengaku belum ada calon pembeli dalam rencana aksi korporasi tersebut.

Analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas berpendapat, saham GEMS kurang menarik untuk dikoleksi. “Dari sisi likuiditas dan secara pergerakan teknikal kurang menarik,” katanya.

Sementara dari segi fundamental, pendapatan GEMS memang terus meningkat, namun laba bersih perusahaan tambang batubara ini terus tertekan seiring dengan menyusutnya harga komoditas batubara.

Baca Juga: Mewabah Virus Corona (Covid-19), China Tetap Jadi Andalan Golden Energy Mines (GEMS)

Sepanjang 2019, GEMS meraih pertumbuhan penjualan sebesar 5,76% (yoy) menjadi US$ 1,10 miliar. Namun, laba bersih GEMS turun 34,83% (yoy) menjadi US$ 64,32 juta.

Guna mempertahankan kinerja, Sukarno bilang, pihaknya bisa menggenjot produksi atau mampu melakukan efisiensi biaya untuk menjaga stabilitas perusahaan.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×