kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pasar khawatir dengan pidato Powell, rupiah terkoreksi hari ini


Rabu, 26 Juni 2019 / 16:56 WIB


Reporter: Dimas Andi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah di pasar spot mengalami pelemahan 0,37% ke level Rp 14.178 per dollar AS pada perdagangan Rabu (26/6). Sedangkan kurs tengah rupiah di Bank Indonesia terkoreksi 0,25% ke level Rp 14.174 per dollar AS.

Analis Asia Tradepoint Futures Deddy Yusuf Siregar mengatakan, para pelaku pasar kembali dilanda kekhawatiran akibat pidato Ketua The Federal Reserves Jerome Powell semalam. Pihak The Fed disebut memilih sikap wait and see dan sangat mempertimbangkan perkembangan data ekonomi sebelum memangkas suku bunga acuan AS.

“Ada indikasi The Fed belum akan turunkan suku bunga acuan di tahun ini sehingga indeks dollar AS menguat,” ujar dia.

Selain itu, menguatnya kembali harga minyak dunia juga berdampak negatif terhadap pergerakan rupiah di hari ini, walau dampaknya tidak sebesar pernyataan Powell.

Rupiah juga kesulitan menghadang sentimen negatif eksternal mengingat belum ada lagi data-data ekonomi dalam negeri yang bisa mengangkat pamor mata uang garuda.

Deddy menilai, ada kemungkinan pelemahan rupiah berlanjut pada perdagangan Kamis (27/6) besok meski relatif terbatas. Selain pengaruh dari sentimen yang terjadi hari ini, arah rupiah juga terkena dampak penantian para investor terhadap pertemuan AS-China di KTT G-20 akhir pekan nanti.

Maka dari itu, Deddy memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.120-Rp 14.250 per dollar AS pada esok hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×