kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Pasar cemas krisis Eropa menyebar, euro tertekan terhadap dollar AS


Senin, 11 Juli 2011 / 11:01 WIB
ILUSTRASI. 6 Cara efektif menghindari stres kala pandemi Covid-19 ala Kemendikbud.


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

WELLINGTON. Euro sempat jatuh ke level terendahnya dua pekan terhadap dollar AS dan yen. Tekanan terhadap euro terjadi di tengah kekhawatiran krisis utang Uni Eropa akan menyebar ke Italia, setelah para pembuat kebijakan menstrukturisasi bantuan untuk Yunani.

Mata uang 17 negara Uni Eropa itu terkoreksi 0,4% ke US$ 1,4203, pada pukul 10.09 pagi di Tokyo, dari posisi akhir pekan lalu di US$ 1,4265. Sedangkan, pada pukul 10.14 WIB, pairing (EUR/USD) di posisi 1,4209. Euro juga turun 0,3% terhadap yen menjadi 114,64 yen.

Euro jatuh terhadap hampir semua mitra dagangnya setelah Die Welt melaporkan, European Central Bank (ECB) memerlukan tambahan dana untuk sokongan bantuan bagi Italia, mengikuti bantuan yang terkoordinasi oleh IMF untuk Yunani.

Kepala ekonom dan strategi pasar dari ANZ National Bank Ltd. Khoon Goh menyebut, Italia adalah negara dengan perekonomian yang sangat besar. Dan jika negara tersebut benar-benar tertular krisis utang, kemungkinan ECB, EU dan IMF akan memerlukan rencana yang berbeda untuk menghadapi kemungkinan tersebut. "Kekhawatiran tersebut memang jadi hambatan yang nyata bagi mata uang euro untuk maju," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×