kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Pasar Belum Stabil, Wahanaartha Tunda Pelaksanaan IPO


Senin, 29 September 2008 / 15:17 WIB
ILUSTRASI. TAJUK - Hasbi Maulana


Reporter: Nuria Bonita,Ewo Raswa | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Akhirnya, PT Wahanaartha Harsaka memutuskan untuk menunda penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada tahun depan. Alasannya, kondisi pasar saat ini masih belum stabil.

Karenanya, perusahaan dealer resmi Honda ini bakal mengubah struktur IPO. Semula, Wahanaartha akan menggunakan dana IPO untuk mengakuisisi perusahaan. Namun, kini, Wahanaartha akan mengakuisisi terlebih dahulu sebelum IPO.

Direktur Keuangan Wahanaartha Harsaka Taufik Aulia mengungkapkan, Wahanaartha sedang membidik sebuah perusahaan yang memiliki bisnis transportasi logistik dan motor. "Kemungkinan bisa terwujud dalam dua bulan ini," ujarnya.

Menurutnya, Wahanaartha masih memiliki fasilitas standby loan senilai Rp 250 miliar dari Bank Mandiri dan BCA. Selain itu, Wahanaartha juga akan menambah satu anak usaha baru, PT Terminal Motor Seken (Termos) yang memiliki bisnis inti jual beli motor bekas.

Jika seluruh akuisisi berhasil, maka Wahanaartha bakal memiliki lima anak usaha. Sekadar catatan, kini, Wahanaartha baru memiliki tiga anak usaha, yaitu PT Wahana Makmur Sejati, PT Wahana Motorental, dan PT Tristar Transindo.

Wahanaartha berharap, seluruh akuisisi ini bisa menambah valuasi perusahaan saat menggelar IPO. Sebaliknya, Presiden Direktur Wahanaartha Harsaka Robbyanto Budiman mengungkapkan, dengan berubahnya struktur IPO, perusahaan akan mengubah target serta jumlah saham yang dilepas.

Meskipun belum menentukan persentase jumlah saham yang dilepas, Wahanaartha berniat menikmati insentif pajak dengan melepas 40% saham ke publik. "Jadi tak tertutup kemungkinan kami akan melepas hingga 40%," kata Robbyanto.

Sebelumnya, Wahanaartha berencana melepas 29,5% saham dengan target dana Rp 156,35 miliar. Selain untuk pengembangan cabang, mereka juga akan menggunakan dana itu menyuntik modal anak usaha sebesar Rp 12 miliar. Taufik mengungkapkan, meski IPO tertunda, Wahanaartha tetap menyuntikkan modal. Tapi, nilainya hanya  Rp 5 miliar.

Dengan adanya berbagai akuisisi ini, Wahanaartha menargetkan pendapatan Rp 2,5 triliun. Padahal, semula, mereka hanya menargetkan Rp 2 triliun. "Saat ini, pendapatan kami sudah mencapai Rp 1,7 triliun," kata Robbyanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×