kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Panen kedelai turun, harga CPO mulai naik


Kamis, 12 September 2013 / 13:32 WIB
ILUSTRASI. Dari yang Termurah Hingga Mahal, Ini Ikan Hias Akuarium yang Bisa Hidup Lama


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

KUALA LUMPUR. Harga minyak kelapa sawit naik untuk pertama kalinya dalam empat hari terakhir. Kenaikan harga dipicu proyeksi turunnya panen kedelai di Amerika Serikat (AS) akibat cuaca kering.

Sebagaimana diketahui, kedelai merupakan bahan baku nabati yang merupakan kompetitor dari minyak kelapa sawit. Sawit untuk pengiriman November naik 0,9% menjadi 2.354 ringgit (US$ 721) per metrik ton di Bursa Malaysia Derivatives. Kemarin, harga minyak kelapa sawit pengiriman fisik September berada di harga 2.375 ringgit.

Analis yang dihubungi Bloomberg memperkirakan, produksi kedelai di AS diperkirakan mencapai 3,13 miliar bushels,  atau turun 3,7% dari perkiraan bulan sebelumnya. Sementara itu, rilis data produksi kedelai oleh Departemen Pertanian baru akan dirilis siang hari ini (12/9) waktu AS.

Gangguan produksi kedelai biasanya mempengaruhi produksi minyak kedelai. Jika hal itu terjadi, maka peluangnya ada pada produksi minyak kelapa sawit. Harga kedelai untuk November naik 0,4% menjadi US$ 13,635 per bushel di Chicago Board of Trade.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×