kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pakar: Trading harian bukan investasi, itu judi!


Senin, 14 Desember 2020 / 07:10 WIB
Pakar: Trading harian bukan investasi, itu judi!
ILUSTRASI. Sepanjang pandemi, trading atau transaksi perdagangan harian menjadi sangat populer, terutama di kalangan anak muda. KONTAN/Baihaki/7/12/2017


Sumber: CNBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Sepanjang pandemi, trading atau transaksi perdagangan harian menjadi sangat populer, terutama di kalangan anak muda. Dalam banyak kasus, mereka belum pernah berinvestasi di pasar saham sebelumnya.

Melansir CNBC, kebijakan penguncian yang disebabkan oleh virus corona memberi mereka banyak waktu untuk mencoba aplikasi perdagangan. Saat jutaan warga Amerika menganggur, mereka mungkin berpikir trading adalah cara untuk mengganti pendapatan yang hilang. Selain itu, semakin berkurangnya taruhan olahraga atau akses ke kasino telah mendorong para penjudi untuk menjelajahi tren perdagangan harian.

Namun, banyak pakar investasi memperingatkan bahwa trading harian dapat berakhir dengan buruk. Bahkan, investor yang merupakan Pimpinan ETF O'Shares Kevin O'Leary, telah membandingkan trading harian dengan perjudian.

“Day trading bukanlah investasi. Perdagangan harian adalah perjudian. Tidak ada yang salah dengan itu. Tidak ada yang salah dengan Las Vegas juga. Tapi itu bukan investasi," jelas O'Leary kepada CNBC.

Baca Juga: Alasan investor menjadikan perusahaan Warren Buffett pilihan investasi

Menurutnya, perbedaan antara perdagangan harian dan investasi adalah investasi memasukkan uang ke pasar dengan pandangan untuk jangka panjang.

Terkait hal ini, O'Leary merujuk kepada strategi investasi buy-and-hold yang legendaris dari CEO Berkshire Hathaway Warren Buffett. Menurut O'Leary, dia adalah investor nilai. “Dia salah satu yang paling sukses dalam sejarah,” tambahnya.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×