kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45994,16   -8,36   -0.83%
  • EMAS1.136.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Oversubscribed 8,25 Kali, Green Bond Pertamina Geothermal (PGEO) Laris Manis


Senin, 22 Mei 2023 / 19:45 WIB
Oversubscribed 8,25 Kali, Green Bond Pertamina Geothermal (PGEO) Laris Manis
ILUSTRASI. PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO) menorehkan performa positif dari penerbitan obligasi berwawasan hijau (green bond) di pasar global.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Obligasi berwawasan hijau (green bond) yang diterbitkan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) disambut baik oleh investor global.

PGEO berhasil membukukan US$ 400 juta dalam penerbitan green bond pada 27 April 2023 tersebut. Dana ini digunakan PGEO untuk membiayai kembali (refinancing) proyek-proyek pengembangan sumber daya geothermal yang telah dilakukan guna menyediakan akses ke energi bersih dan ramah lingkungan yang andal dan terjangkau.

Penggunaan dana untuk refinancing sudah sesuai dengan eligibility criteria yang telah ditetapkan dalam green financing framework PGEO. Framework ini selaras dengan Green Bonds Principles 2021, Green Loan Principles 2021, dan ASEAN Green Bonds Standards 2018.

Green bond PGEO menjadi bond premium di secondary market yang tercatat pada Singapore Exchange Securities Trading Limited (SGX-ST) atau Bursa Efek di Singapura. Bunga yang didapatkan green bond PGE pun sangat kompetitif, yakni sebesar 5,15%. Persentase tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek bisnis PGEO.

Baca Juga: Pertamina Geothermal (PGEO) Pacu Ekspansi, Green Bond Bakal Jadi Pilihan Pendanaan

Direktur Keuangan Pertamina Geothermal Energy Nelwin Aldriansyah mengungkapkan, dari nilai penerbitan green bond ini PGEO berhasil mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 8,25 kali atau senilai US$ 3,3 miliar.

“Sentimen positif yang kami dapatkan menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi investasi di sektor geothermal pada khususnya dan energi terbarukan (EBT) di Indonesia. Antusiasme yang tinggi ini juga semakin mengukuhkan komitmen kami dalam mengembangkan potensi energi hijau di Indonesia," kata Nelwin dalam siaran pers, Senin (22/5).

Nelwin menambahkan, secara fundamental, PGEO saat ini sudah memiliki dana yang kuat untuk tahapan awal pengembangan bisnis. Utamanya, kata dia, dalam hal pencapaian target tambahan kapasitas terpasang sebesar 600 megawatt (MW) dalam lima tahun ke depan.

 

"Dana green bond ini menjadi stimulus yang akan memperkuat bisnis PGE ke depan," ujar dia.

Dari Moody's rating, PGEO berhasil mendapatkan peringkat Baa3 (Stable) dan BBB- (Stable) dari Fitch Rating. Kedua rating ini menunjukkan bahwa PGEO memiliki fundamental bisnis yang kuat sehingga memiliki proyeksi investasi yang menjanjikan di masa depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×