kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Outlook negatif dari S&P bisa tekan IHSG, simak proyeksi hingga akhir tahun


Senin, 20 April 2020 / 05:25 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Depresiasi nilai tukar rupiah dan beban utang dalam beberapa tahun ke depan akibat kebijakan fiskal dalam menghadapi pandemi corona (Covid-19) membuat Lembaga pemeringkat Standard and Poor's (S&P) menurunkan outlook utang Indonesia dari sebelumnya stabil menjadi negatif.

Presiden Direktur Astronacci International Sekuritas, Gema Goeyardi menilai, revisi outlook dari S&P tersebut akan memengaruhi kinerja IHSG. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang turun juga akan menyebabkan IHSG tertekan untuk periode semester I-2020 ini.

Baca Juga: Ini yang perlu dilakukan pemerintah agar outlook S&P kembali stabil

Tetapi dalam minggu ini, Astronacci menilai IHSG memiliki peluang untuk menguat, Sesuai dengan prediksi Astronacci bahwa pembentukan support terjadi pada tanggal 16 -17 April 2020 kemarin.

“Namun penguatan ini memang belum merupakan konfirmasi perubahan tren bearish ke bullish,” ujar Gema saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (19/4).

Gema menilai, revisi outlook dari S&P tersebut bakal membuat sebagian dana asing keluar lagi dari pasar ekuitas Indonesia. Prediksi Gema, dana asing akan terus cabut dari pasar saham tanah air sampai akhir kuartal-II 2020.

“Kami melihat dengan revisi outlook ini, Pemerintah perlu melakukan stimulus yang bisa mendatangkan kembali dana asing,” sambung dia.

Baca Juga: Ini lima saham berkapitalisasi pasar jumbo yang paling banyak dilepas asing

Sebagai catatan, sejak awal tahun atau secara year-to-date (ytd), jumlah dana asing yang kabur dari pasar saham domestik mencapai Rp 14,90 triliun.

Oleh sebab itu, Gema memperkirakan IHSG masih akan tertekan di semester I-2020.

Baca Juga: Analisa teknikal untuk saham emiten CTRA, PWON, BSDE, dan SMRA

Dengan membaiknya pandemi Covid-19 dan didorong dengan stimulus ekonomi dari pemerintah, IHSG akan melakukan rebound di semester II tahun ini.

Untuk itu, prediksi Gema IHSG akan berada di area sekitar 5.500 hingga penghujung tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×