Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menargetkan pendapatan prapenjualan alias marketing sales stabil di 60 hektare (ha) pada tahun 2027.
Direktur SSIA Wilson Effendy mengatakan, perusahaan melihat prospek sektor properti kawasan industri masih cukup stabil di tahun 2027 dengan permintaan investasi datang dari China.
Kondisi pada tahun depan pun diperkirakan tidak akan banyak berubah dari tahun 2026.
“Pergerakan rupiah sudah cukup stabil terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan tingkat suku bunga memang arahnya naik, tapi kita lihat dalam 6 bulan ke depan,” ujarnya dalam Public Expose Live SSIA, Senin (7/9/2026).
Baca Juga: Analis Rekomendasikan Buy Saham Erajaya (ERAA), Simak Katalis dan Risikonya
VP Investor Relations & Sustainability SSIA, Erlin Budiman menambahkan, marketing sales ditargetkan sebesar 135 hektare di tahun 2026 didorong oleh permintaan di Subang Smartpolitan yang cukup besar.
“Tapi kalau kami lihat untuk tahun 2027 (marketing sales) akan cukup stabil di 60 hektare,” paparnya.
Per hari ini, total ada 175 perusahaan global yang berasal dari sektor otomotif, supply chain, consumer goods, elektronik, farmasi, dan data center.
Mayoritas tenant di Karawang berasal dari sektor otomotif. Sementara, tenant di Subang Smartpolitan berasal dari sektor otomotif, elektronik, consumer goods, dan tekstil.
“Ke depan, profil tenant kami melihat ada kemiripan dengan tenant yang sudah ada di Subang,” ungkapnya.
Per Juni 2026, marketing sales SSIA tercatat sebesar 10,1 hektare dengan nilai penjualan sekitar Rp 196 miliar. Di periode ini, accounting sales sebesar 64,8 hektare dengan nilai Rp 1,07 triliun.
Total pendapatan SSIA tercatat Rp 3,3 triliun sepanjang semester I 2026, naik 58,4% YoY. Laba bersih perseroan di periode ini sebesar Rp 263 miliar, naik 911,8% YoY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














