kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

OJK Klaim 56 Perusahaan Antre IPO, Nilai Total Capai Rp 8,81 Triliun


Selasa, 05 Maret 2024 / 05:05 WIB
OJK Klaim 56 Perusahaan Antre IPO, Nilai Total Capai Rp 8,81 Triliun
ILUSTRASI. rencana IPO dalam pipeline OJK capai 56 perusahaan


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, ada 56 perusahaan yang berencana melakukan penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) dalam pipeline dengan penghimpunan dana senilai Rp 8,81 triliun.

Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK mengatakan antusias pelaku usaha melakukan penghimpunan di pasar modal masih terlihat. 

"Per 29 Februari 2024, nilai penawaran umum tercatat Rp 20,65 triliun dengan emiten baru sebanyak 12 perusahaan," ucap dia dalam konferensi pers, Senin (4/3). 

Dalam pipeline OJK, masih ada 84 rencana penawaran umum dengan nilai indikatif mencapai Rp 56,83 triliun. Di antaranya ada IPO dari emiten baru sebanyak 56 perusahaan. 

Baca Juga: Pupuk Kaltim Siap IPO, Tinggal Tunggu Lampu Hijau dari BUMN

Adapun OJK menargetkan total penggalangan dana di pasar modal bisa mencapai Rp 175 triliun hingga Rp 200 triliun untuk 2024. Angka itu tak jauh berbeda dengan target tahun lalu. 

"Kami optimistis kinerja penghimpunan dana di Pasar Modal akan stabil dan bahkan lebih baik dari tahun 2023 dengan target penghimpunan dana Rp 200 triliun bakal tercapai," kata Inarno. 

Sementara itu, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan ada 17 perusahaan yang masuk dalam pipeline IPO. Mayoritas calon emiten merupakan perusahaan dengan aset skala menengah sebanyak 14 perusahaan.

Kemudian, sebanyak dua perusahaan memiliki aset skala besar, dengan nilai aset di atas Rp 250 miliar. Sisanya, satu perusahaan memiliki aset skala kecil, yakni dengan nilai aset di bawah Rp 50 miliar. 

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menjabarkan berdasarkan sektornya, ada lima perusahaan berasal dari sektor industrial. Selanjutnya, empat berasal dari sektor barang konsumen primer. 

Lalu ada 3 perusahaan berada di sektor teknologi. Kemudian, masing-masing sebanyak 2 perusahaan berasal dari sektor material dasar dan barang konsumsi siklikal. Terakhir hanya ada satu perusahaan dari sektor infrastruktur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×