kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.736   51,00   0,29%
  • IDX 6.371   -228,56   -3,46%
  • KOMPAS100 843   -31,00   -3,55%
  • LQ45 635   -16,26   -2,50%
  • ISSI 228   -10,12   -4,25%
  • IDX30 361   -7,63   -2,07%
  • IDXHIDIV20 447   -8,36   -1,83%
  • IDX80 97   -3,13   -3,13%
  • IDXV30 125   -3,42   -2,67%
  • IDXQ30 117   -1,94   -1,63%

Laba Summarecon (SMRA) Turun pada Kuartal I-2026, Cek Rekomendasi Sahamnya


Selasa, 19 Mei 2026 / 15:18 WIB
Laba Summarecon (SMRA) Turun pada Kuartal I-2026, Cek Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. Kinerja kuartal I-2026 PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) masih dibayangi tekanan laba akibat kenaikan beban bunga. (Dok/Summarecon Agung)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja kuartal I-2026 PT Summarecon Agung Tbk  (SMRA) masih dibayangi tekanan laba akibat kenaikan beban bunga dan kepentingan nonpengendali. 

Berdasarkan laporan keuangan, SMRA mencatat laba bersih pada kuartal I-2026 turun 20,34% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 189,76 miliar. 

Penurunan ini terjadi meskipun pendapatan tumbuh 6,14% YoY menjadi Rp 2,23 triliun.

Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Kevin Halim dan Jeffrosenberg Chenlim menilai tekanan laba berasal dari kenaikan beban bunga sebesar 15% YoY dan meningkatnya kepentingan non-pengendali menjadi 6% dari penjualan, dibandingkan 4% pada periode sama tahun lalu.

Baca Juga: Joint Venture TPIA & Glencore Kucurkan US$ 80 Juta, Tambah Kapasitas Pabrik Etilena

Meski demikian, pendapatan pengembangan properti masih tercatat kuat sebesar Rp 1,4 triliun, sedangkan pendapatan berulang mencapai Rp 832 miliar atau tumbuh 7% YoY. 

"Pertumbuhan pendapatan berulang didorong kinerja pusat perbelanjaan dan pembukaan Bekasi Mall fase 2 pada Februari 2026 yang menambah area sewa sekitar 42.000 meter persegi," tulis Kevin dan Jeffrosenberg pada riset tanggal 6 Mei 2026.

Pra penjualan atau marketing sales SMRA pada kuartal I-2026 mencapai Rp 1,2 triliun atau naik 36,7% YoY. 

Kinerja tersebut terutama ditopang proyek Summarecon Serpong serta mulai membaiknya penjualan di kawasan perumahan baru seperti Bandung dan Bogor. Pra penjualan Bandung melonjak 186% YoY, sementara Bogor naik 116% YoY.

Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Yasmin Soulisa menilai pertumbuhan pendapatan SMRA masih sehat, terutama dari segmen penjualan properti sebesar 6,2% YoY dan pendapatan sewa sebesar 6,1% YoY.

Namun, kenaikan biaya operasional dan biaya pendanaan membatasi pertumbuhan laba operasional.

Yasmin juga menyoroti ketahanan pendapatan berulang SMRA yang ditopang tingkat okupansi mal sebesar 93% serta kenaikan jumlah pengunjung pusat perbelanjaan menjadi 95 juta pengunjung sepanjang 2025. 

"Mall Kelapa Gading masih menjadi kontributor utama dengan porsi 44% dari total pendapatan pusat perbelanjaan, didukung oleh sekitar 550 penyewa" ucap Yasmin dalam riset tanggal 8 Mei 2026.

Yasmin memperkirakan sentimen sektor properti masih tertopang ekspektasi suku bunga stabil dan insentif PPN properti dari pemerintah.

Meski prospek jangka panjang dinilai positif, kedua riset sama-sama menyoroti kondisi neraca SMRA yang semakin ketat.

Total utang SMRA per kuartal I-2026 meningkat menjadi Rp 14,2 triliun, dibandingkan Rp 10,2 triliun pada periode sama tahun lalu.

Namun, leverage SMRA berada pada level yang dapat dikelola karena didukung arus kas pendapatan berulang dan rekam jejak pengembangan kawasan perumahan baru yang kuat.

Baca Juga: Rupiah Terburuk Sepanjang Sejarah: Ditutup ke Rp 17.706 Per Dolar AS Hari Ini (19/5)

Kevin dan Jeffrosenberg mempertahankan rekomendasi buy untuk saham SMRA dengan target harga Rp 520 per saham. Alasannya, valuasi SMRA saat ini masih menarik karena diperdagangkan dengan diskon RNAV terdalam di antara emiten properti sejenis.

Senada, Yasmin juga mempertahankan rekomendasi buy untuk SMRA dengan target harga Rp 520 per saham, meski memangkas proyeksi laba tahun 2026–2027.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×