Reporter: Rashif Usman | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat masih ada 29 rencana penawaran umum yang berada dalam pipeline dengan total nilai indikatif Rp 26,47 triliun.
Rencana aksi korporasi ini menjadi tambahan bagi dana yang sudah dihimpun korporasi domestik di pasar modal sepanjang 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan penghimpunan dana oleh korporasi domestik tetap terjaga dan kuat. Hingga saat ini, nilai penawaran umum secara year to date (ytd) telah mencapai Rp 186,03 triliun.
Baca Juga: OJK Jatuhkan Denda Rp 112,79 Miliar kepada 136 Pihak di Sektor Pasar Modal
"Dengan target penghimpunan dana di tahun 2026 sebesar Rp 250 triliun, kami melihat realisasi hingga akhir tahun nanti akan dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti dinamika pasar, minat investor, serta pertimbangan emiten dalam menentukan momentum yang tepat untuk penerbitan dan biaya pendanaan," kata Hasan dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK September, Senin (5/10/2026).
Hasan bilang OJK akan terus mencermati perkembangan tersebut dan akan terus mendorong pemanfaatan pasar modal sebagai sumber pembiayaan dengan tetap mengedepankan kualitas keterbukaan informasi dan perlindungan kepada investor.
Adapun untuk penggalangan dana melalui securities crowd funding (SCF), total nilai dana dihimpun secara agregat telah mencapai Rp 2,06 triliun.
Baca Juga: OJK Susun Aturan Turunan BMKS, Fokus pada Aspek Teknis
Pada pasar keuangan derivatif, volume transaksi secara akumulatif selama periode Januari sampai September 2026 mencapai 395.571 lot.
Sementara di bursa karbon, secara agregat hingga 30 September 2026 terdapat 160 pengguna jasa yang telah terdaftar. Adapun volume transaksi tercatat sebanyak 1,98 juta ton CO2 ekuivalen dengan akumulasi nilai transaksi mencapai Rp 93,97 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














