kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Nippon Indosari Corpindo (ROTI) Bukukan Laba Rp 333 Miliar pada 2023


Sabtu, 02 Maret 2024 / 07:25 WIB
Nippon Indosari Corpindo (ROTI) Bukukan Laba Rp 333 Miliar pada 2023
ILUSTRASI. Roti tawar dengan merek dagang Sari Roti produksi dari PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) dipajang di etalase sebuah toko serba ada di Bekasi, Jawa Barat. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/25/11/2020


Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Emiten produsen roti merek Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) melaporkan kinerja keuangan tahun buku 2023 dengan perolehan laba bersih sebesar Rp 333,29 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada Jumat (1/3), laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih ROTI menyusut 22,88% secara tahunan atau year on year (yoy), dari semula Rp 432,22 miliar di tahun 2022, menjadi Rp 333,29 miliar pada tahun 2023. 

Penurunan laba bersih tersebut sejalan dengan penurunan pendapatan 3,67% yoy menjadi Rp 3,82 triliun. Sedangkan pada tahun sebelumnya, pendapatan ROTI masih mencapai Rp 3,93 triliun. 

Baca Juga: Nippon Indosari Corpindo (ROTI) Serap Capex Rp 107,7 Miliar Hingga Kuartal III-2023

Pendapatan ROTI selama tahun 2023 terdiri atas pendapatan roti tawar sebesar Rp 2,64 triliun, roti manis Rp 1,54 triliun, kue Rp 338,30 miliar, dan lain-lain Rp 37,11 miliar.

Pendapatan tersebut dikurangi oleh retur penjualan dan rabat masing-masing sebesar Rp 728,96 miliar dan Rp 16,48 miliar. 

 

Pada saat yang sama, ROTI membukukan penurunan beban pokok penjualan sebanyak 5,03% yoy. Angkanya menurun dari Rp 1,84 triliun menjadi Rp 1,75 triliun. Sehingga menghasilkan laba bruto turun 1,05% yoy menjadi Rp 2,06 triliun. 

Baca Juga: Pendapatan Turun, Laba Nippon Indosari Corpindo (ROTI) Menyusut 22,88% pada 2023

Namun, di sisi lain, ROTI harus menanggung kenaikan beban usaha. Beban usaha pada tahun 2023 tercatat lebih tinggi 10,34% yoy menjadi Rp 1,67 triliun, dibandingkan beban usaha di tahun 2022 yang senilai Rp 1,51 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×