kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Nilai tukar rupiah masih menembus 13.700


Selasa, 17 November 2015 / 10:18 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Posisi rupiah pagi ini (17/11) tak banyak mencatatkan perubahan dari level penutupan kemarin.

Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 10.14 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot berada di posisi 13.712 per dollar AS. Sebagai perbandingan, kemarin, rupiah ditutup di posisi 13.749 per dollar AS.

Kondisi serupa juga terlihat pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR). Pagi ini, kurs JISDOR rupiah menunjukkan angka 13.711 per dollar AS dari posisi kemarin 13.732 per dollar.

Josua Pardede, Ekonom Bank Permata menambahkan, meski neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2015 masih surplus, hal itu gagal mengerek rupiah. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, neraca perdagangan Oktober 2015 surplus US$ 1,01 miliar sehingga Januari -Oktober 2015 surplus US$ 8,16 miliar.

"Namun ini karena penurunan impor kita lebih dalam, bukan ekspor yang membaik," kata Josua. Pasar juga mengantisipasi kondisi domestik, yakni rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) hari ini (17/11). Diduga BI akan tetap mempertahankan suku bunga di 7,5%.

Peralihan dana investor berpotensi terjadi, karena prospek suku bunga The Fed yang menjanjikan. Tapi, bank sentral sebaiknya menahan BI rate. Mempertimbangkan besarnya pengaruh eksternal terhadap pergerakan rupiah, memangkas suku bunga menjadi risiko tinggi.

"Lebih baik menanti arah kebijakan Fed, baru di awal tahun depan memutuskan menurunkan bunga atau tidak," ungkap Josua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×