kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Nilai transaksi perdagangan bursa masih mini, ini kata analis


Jumat, 03 Januari 2020 / 22:46 WIB
Nilai transaksi perdagangan bursa masih mini, ini kata analis
ILUSTRASI. Pada awal perdagangan pertama tahun 2020, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 0,22 persen atau 13,59 poin di level 6.313,13.

Reporter: Kenia Intan | Editor: Anna Suci

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perdagangan pasar keuangan di dalam negeri pada awal tahun 2020 terlihat sepi. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI),  nilai transaksi pada perdagangan Jumat (3/1) hanya Rp 5,71 triliun.

Walau begitu, nilai transaksi tersebut lebih baik dibandingkan dengan. transaksi pada perdagangan Kamis (2/12) yang hanya Rp 4,16 triliun. 

Direktur Avere Mitra Investama Teguh Hidayat mengatakan, nilai transaksi perdagangan pada awal tahun ini memang berada di bawah rata-rata. Biasanya, transaksi bisa berada di mencapai Rp 6 triliun hingga Rp 7 triliun. 

Baca Juga: IHSG menguat ke 6.323 pada Jumat (3/1), turun tipis dalam sepekan

Meski di bawah rata-rata, Teguh menganggap perdagangan yang sepi di awal tahun merupakan hal yang wajar. Sebab, banyak pelaku pasar masih menikmati momentum libur Natal dan Tahun Baru. 

Apalagi, awal perdagangan di tahun ini dibuka pada di hari Kamis dan Jumat. Hal tersebut dinilai tidak efektif, karena perdagangan terbentur weekend. 

"Hari Senin baru ramai. Itu normal, dari dulu selalu begitu," kata dia, Jumat (3/12). 

Setali tiga uang, Kepala Riset Koneksi Kapital Alfred Nainggolan juga melihat nilai transaksi yang mini di awal tahun disebabkan karena masih dalam masa libur. Dia juga memproyeksikan, pasar saham akan kembali normal pada perdagangan Senin pekan depan. 

"Kemungkinan nanti, transaksi bisa masuk lagi ke level Rp 6 triliun - Rp 7 triliun," jelas dia. 

Baca Juga: Jokowi ingatkan soal bursa bersih, ini strategi agar terhindar dari saham gorengan

Selain masa liburan, Alfred tidak memungkiri adanya kasus-kasus yang terjadi jelang penutupan perdagangan tahun 2019 turut berpengaruh. Padahal, jika kasus tersebut tidak terjadi, nilai transaksi di bursa memungkinkan bisa ada di rentang Rp 9 triliun hingga Rp 10 triliun. 

Teguh pun tidak memungkiri berbagai kasus yang terjadi sebelum penutupan perdagangan turut mempengaruhi sepinya transaksi. Akan tetapi, ia melihat ada perhatian dari pemerintah terhadap berbagai kasus tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan pernyataan dari pemerintah yakni Menteri Keuangan dan Presiden mengenai predator pasar modal. 

"Dahulu hal-hal seperti ini dibiarkan.  Tidak pernah saya dengar menteri berbicara mengenai saham gorengan, sekarang mulai diperhatikan," tambah dia. 

Ia menganggap, ini bisa menjadi katalis positif. Kepercayaan dari investor ritel bisa terbangun karena pemerintah mulai memperhatikan. Walaupun, lanjut Teguh, pasar masih menanti langkah konkretnya. 




TERBARU

Close [X]
×