kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Nilai transaksi bursa makin ciut di tengah penurunan IHSG


Kamis, 12 Maret 2020 / 22:32 WIB
ILUSTRASI. Warga memotret layar yang menampilkan infornasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/3/2020). BEI melakukan pembekuan sementara perdagangan ('trading halt') pada sistem perdagangan di bursa efek pada Kamis (12/3) pukul


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah sebesar 5,01% ke level 4.895,75 pada perdagangan Kamis (12/3). Dari awal tahun, IHSG sudah terkoreksi hingga 22,28%. Investor asing mencatat aksi jual bersih sebesar Rp 256,86 miliar di seluruh pasar pada hari ini.

Berdasarkan data RTI, volume transaksi bursa mencapai 5,32 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 5,98 triliun. Penurunan harga terjadi pada 398 saham. Hanya ada 39 saham yang menguat hingga sebelum trading halt yang sekaligus menjadi penutupan perdagangan hari ini. Sedangkan 80 saham flat.

Baca Juga: IHSG anjlok, OJK perintahkan BEI perkecil auto rejection bawah jadi 7%

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony mengatakan, nilai transaksi sebesar Rp 5,98 triliun ini terbilang kecil lantaran normalnya nilai transaksi harian bisa mencapai Rp 7 triliun hingga Rp 8 triliun.

Nilai transaksi hari ini jauh lebih rendah daripada nilai transaksi harian rata-rata sejak awal tahun yang sebesar Rp 6,59 triliun. Apalagi jika dibandingkan dengan nilai transaksi harian rata-rata tahun lalu yang mencapai Rp 9,11 triliun.

Penurunan nilai transaksi ini karena investor wait and see di tengah kondisi saat ini.

Baca Juga: Mau mulai beli saat IHSG ambrol, tunggu dulu!

Analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas menuturkan, pada dasarnya nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai turun berawal dari kasus PT Asuransi Jiwasraya dan Asabri.

“Penurunan nilai investasi membuat investor ritel panic selling. Ditambah sentimen negatif virus corona dan terbaru ada penurunan harga minyak dunia melengkapi kekhawatiran pasar sehingga pelaku pasar cenderung wait and see,” kata Sukarno kepada Kontan.co.id, Kamis (12/3).

Baca Juga: IHSG terjun, investor jangan buru-buru beli dan jual

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×