kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

NIKL targetkan penjualan 120 ribu ton pelat timah


Kamis, 13 Juni 2013 / 17:46 WIB
NIKL targetkan penjualan 120 ribu ton pelat timah
ILUSTRASI. Armada truk PT Putra Rajawali Kencana Tbk (Pura Trans)


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) bakal memanfaatkan manisnya momen lebaran. Manajemen optimistis, pada momen tersebut NIKL bisa memasok lebih banyak pelat timah untuk perusahaan yang bergerak pada sektor makanan.

Suprapto, Direktur NIKL memproyeksi, hingga akhir tahun nanti, pihaknya mampu memasok 120.000 ton pelat timah khusus untuk perusahaan-perusahaan biskuit dan susu. Tonase ini 75% lebih tinggi dibanding realisasi sebelumnya yakni 96.000 ton.

"Trennya memang terus naik. Tahun lalu saja kami memasok 60% lebih besar dibanding 2011. Dua pabrik susu di Surabaya juga sudah menjadi klien kami," jelasnya, Kamis (13/6).

Pabrik susu yang dimaksud adalah pabrik milik Indomilk dan Etika Diries. Hingga Maret lalu, NIKL telah memasok 8.000 ton kaleng susu untuk kedua pabrik tersebut. Kendati masih enggan membicarakan harga, tapi Suprapto memastikan kenaikan volume tersebut mampu memberikan hubungan linier terhadap kinerja keuangannya.

"Lagipula, harga jual kaleng untuk makanan jauh lebih mahal dibanding ke sektor lainnya, dan kinerja keuangan kuartal pertama kami bisa jadi cerminan, kan," pungkas Suprapto.

Catatan saja, pada kuartal I 2013, manajemen membukukan pendapatan Rp US$ 42,85 juta, naik 37% dibanding pendapatan periode sebelumnya, US$ 31,31 juta. Alhasil, NIKL mampu mencatat laba bersih US$ 552 ribu, bandingkan dengan perolehan periode sebelumnya ketika NIKL mencatat rugi bersih US$ 1,53 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×